‘Benci Tapi Cinta’ ala Bill Gates untuk Google

‘Benci Tapi Cinta’ ala Bill Gates untuk Google
Fino Yurio Kristo – detikinet


Bill Gates (Ist.)

New Delhi – Microsoft dan Google sering terlibat persaingan sengit. Bill Gates selaku pendiri Microsoft jelas merasakan tensi tinggi kompetisi itu. Namun demikian, ia mendeskripsikan rivalitas dengan Google adalah sebuah kompetisi yang menyenangkan.

Bahkan bukannya benci, Gates malah mengumbar sejumlah pujian untuk Google. Ini terkait dominasi Google di pencarian internet yang coba disaingi oleh Microsoft dengan Bing.

“Google telah melakukan pekerjaan yang hebat,” tukas Gates saat sedang berada di India untuk menerima penghargaan dari pemerintah setempat.

Ia juga mengakui ketertinggalan Bing dengan Google masih teramat jauh. Untuk itulah pihaknya telah menyewa orang-orang hebat untuk melakukan inovasi pada Bing agar semakin kompetitif dan mampu mengejar Google.

“Jika Anda berada jauh di posisi nomor dua, Anda harus mencoba dengan lebih keras. Siapa tahu kami bisa membuatnya lebih baik dan lebih cepat dari pihak manapun,” tukas Gates yang dilansir The Hindu dan dikutip detikINET, Minggu (26/7/2009).

Meski terkesan memuji Google, Gates tetap meyakini Bing bakal lebih perkasa. “Masa depan pencarian internet adalah Bing,” tukasnya dengan nada senang.
( fyk / ash )

Facebook Bikin Bill Gates Menyerah

Minggu, 26/07/2009 12:59 WIB

Facebook Bikin Bill Gates Menyerah
Fino Yurio Kristo – detikinet


Bill Gates (movieye)

New Delhi – Bill Gates kemungkinan punya cukup banyak waktu luang untuk sekadar fesbukan sesudah tidak lagi mengendalikan Microsoft. Namun demikian, sang konglomerat mengaku sudah menyerah untuk mengurus Facebook.

Beberapa saat lampau, memang ada kabar bahwa Bill Gates sudah enggan berurusan dengan Facebook karena banjir penggemar. Namun demikian kali ini, Gates sendiri yang berkomentar langsung mengenai situs milik Mark Zuckerberg itu.

“10.000 orang ingin jadi temanku,” tukas Gates sehingga menurutnya, mengurusi Facebook sama saja dengan kerja keras.

Selain itu dia juga tidak nyaman dengan banyaknya friend request yang berhamburan di account-nya. Pasalnya ia terus kepikiran apakah dia kenal dengan orang-orang tersebut ataukah tidak.

“Itu (Facebook) hanya membawa banyak masalah sehingga aku menyerah (mengurusinya),” tukas Gates yang sedang berada di India, seperti dilansir AFP dan dikutip detikINET, Minggu (26/7/2009).

Pendiri Microsoft itu berada di India dalam rangka menerima penghargaan ‘Indira Gandhi Prize for Peace, Disarmament and Development’. Penghargaan itu diberikan oleh pemerintah India pada Gates.
( fyk / fyk )

Baca juga:

Internet di Pesawat Kian Dilirik Maskapai Penerbangan

Ardhi Suryadhi – detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Setelah sejumlah maskapai penerbangan telah menyediakan layanan telepon ketika tengah mengudara, kini layanan tambahan yang bakal dibuat selanjutnya adalah fasilitas internet di angkasa.

Maskapai penerbangan Amerika Serikat US Airways menjadi salah satu yang telah menyatakan kesiapannya. Mereka menggandeng Aircell sebagai penyedia layanan.

Dikutip detikINET dari LA Times, Jumat (24/7/2009), jika pengerjaan sesuai jadwal, US Airways diharapkan sudah dapat membawa layanan internet di atas udara ini pada awal 2010.

Penumpang dikatakan dapat melakukan aktifitas browsing, instant messaging, berkirim email hingga tetap eksis di situs jejaring sosial hanya dengan mengandalkan laptop atau perangkat lain yang memiliki kemampuan Wi-fi.

US Airways sendiri mematok tarif yang beragam bagi para penumpang yang ingin menikmati layanan tambahan ini. Mulai dari US$ 5,95 hingga US$ 12,95, tergantung dari jarak penerbangan dan tipe perangkat yang mereka gunakan.

Untuk awalnya, tak semua pesawat US Airways dibenamkan layanan ini. Sebagai yang pertama baru pesawat Airbus A321 yang melayani sejumlah penerbangan domestik yang baru dipasang.

Sebelumnya, beberapa maskapai yang telah menyatakan bakal menggulirkan layanan serupa adalah Delta dan American. Keduanya juga menggunakan layanan Aircell dan sudah masuk dalam tahap pengujian.

( ash / faw )

Baca juga:

Menkominfo Tanggung Jawab Jika BWA Gagal

Achmad Rouzni Noor II – detikinet


Mohammad Nuh

Jakarta – Menkominfo Mohammad Nuh berjanji akan tanggung jawab jika pemenang tender broadband wireless access (BWA) gagal  memberikan layanan internet yang berkualitas bagi masyarakat.

Pekan lalu, pemerintah telah mengumumkan pemenang tender BWA yang diperkirakan akan menyumbang pendapatan negara sejumlah Rp 877,28 miliar dari pemenang guna mendapatkan lisensi.

Para pemenang lisensi di pita lebar 2,3 GHz tersebut adalah PT. Telkom, PT Power Telecom, PT Jasnikom Gemanusa, PT Indosat, PT Internet Madju Abad Milenindo, PT Indosat Mega Media, PT Sejahtera Globalindo, PT Internux,  dan PT Centrin Online.

Selanjutnya, PT Global Komunika Dewata, PT First Media, PT Bakrie Telecom, PT Jasnita Telekomindo, PT MSH Niaga Telecom Indonesia, PT Berca Hardayaperkasa, Konsorsium Moratelindo Teleglobal, dan  PT Rahajasa Media Internet (a/n. Konsorsium Wimax Indonesia).

Sebagian dari perusahaan itu bisa dibilang muka baru yang belum punya pengalaman di bidang telekomunikasi. Jangankan pengalaman, kepemilikan infrastrukturnya saja diragukan banyak kalangan. Hal ini dinilai bisa menghambat penggelaran jaringan sesuai target kepada masyarakat.

Namun sekali lagi, Nuh tetap percaya, para pendatang baru itu, meski belum punya infrastruktur memadai, tetap bisa berkompetisi dengan operator yang sudah lebih dulu berkiprah di industri telekomunikasi.

“Siapapun yang punya tekad dan komitmen dalam bentuk jaminan uang lisensi, maka harus tetap kita beri kesempatan. Siapa pun itu. Jika kita hanya berikan lisensi kepada pemain lama, itu tidak fair. Selama proses mendapatkan lisensinya fair kita akan dukung agar tumbuh kompetisi baru. Harapannya bisa beri services lebih baik lagi,” papar Nuh.

Mengenai isu pemilik perusahaan pemenang tender yang diklaim punya kedekatan dengan orang nomor satu dan dua di negara ini, menteri juga menegaskan hal itu tidak benar. Menurutnya, para pemenang dipilih karena memenuhi syarat, bukan karena kedekatan dengan penguasa.

“Kita tidak memasukkan faktor kedekatan, yang penting penuhi syarat. Siapapun yang bisa memberi harga paling tinggi akan kita beri kesempatan. Bukan karena kedekatan atau kejauhan. Dan ini, Insya Allah bisa kita pertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Meski pemenang tender BWA telah diketahui, namun pemerintah belum bisa menetapkan secara resmi karena masih dalam tahap masa sanggah. Jika tak ada perusahaan yang menyanggah putusan tersebut, Nuh akan menandatangani putusan pemenang pada minggu depan.

Setelah itu, para pemenang akan diberikan izin prinsip. Namun untuk bisa menggelar secara komersial, para pemenang harus lebih dulu dinyatakan lulus uji laik operasi.

Adapun lisensi yang dikantungi pemenang tender, akan dievaluasi  setiap tahunnya berdasarkan pembangunan jaringan. Untuk zona Banten dan Jabotabek, misalnya, pada tahun pertama jaringan harus dibangun 20% dari area yang akan dilayani, tahun kedua 30%, tahun ketiga 45%, tahun keempat 60%, tahun kelima 80%, dan tahun keenam 100%.
( rou / faw )

Baca juga:

Susunan Pengurus Baru APJII Terungkap

Fino Yurio Kristo – detikinet


Munas APJII di Yogya (fyk/inet)

Yogyakarta – Musyawarah nasional Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) telah berakhir pada hari Jumat (24/7/2009) petang dengan pemilihan pengurus untuk periode tahun 2009-2012.

Roy Rahajasa Yamin terpilih sebagai ketua umum, menggantikan Sylvia W. Sumarlin. Melalui sistem pemungutan suara yang dilakukan para anggota APJII, Roy yang sebelumnya menjabat bendahara APJII meraih suara terbanyak di antara calon lainnya.

Sylvia sendiri sebenarnya masih dijagokan beberapa pihak untuk menjadi ketua umum. Namun ketika ditanya, ia mengaku sedang aktif organisasi lain sehingga bisa menimbulkan bentrok jika tetap sebagai ketua APJII.

Berikut daftar susunan pengurus APJII periode 2009-2012:

Ketua Umum: Roy Rahajasa Yamin
Wakil Ketua: Sammy Pangerapan
Bendahara: Aryanto KS
Kepala Bidang Regulasi: Yadi Heriyadi
Kepala Bidang IIX: Isnawan
Kepala Bidang Riset: Eka Indarto
Kepala Bidang NIR: Valens Riyadi
Kepala Bidang Internet Security: Hariyanto Pribadi
Kepala Bidang Keanggotaan: Freddy Pinontoan
Kepala Bidang Domain: Irvan Nasrun
Kepala Bidang Governance Relation & Kemitraan: Eddy Sambuaga

Sedangkan nama yang masuk dalam susunan dewan pengawas APJII adalah:

Sapto Anggoro – Ketua Dewan Pengawas
M. Rully Sumbayak
Marcelus Adiwinata
Ruslan Rustam
Hammam Riza
John Sihar Simanjuntak
Indar Atmanto

( fyk / faw )

Baca juga:

Nuh: Saya Masih Peduli ICT

Achmad Rouzni Noor II – detikinet


Mohammad Nuh

Jakarta – Lama tak kelihatan batang hidungnya, Mohammad Nuh akhirnya muncul di sela acara Indonesia ICT Award (INAICTA) 2009. Kehadiran sang Menkominfo seakan ingin menunjukkan kalau ia masih peduli pada dunia teknologi komunikasi informasi (ICT).

Menteri yang satu ini mulanya memang diplot untuk meneruskan kiprah Sofyan Djalil (kini Menneg BUMN) untuk membangun dunia ICT di Tanah Air. Namun, nyatanya Nuh malah membuat Depkominfo tak ubahnya Departemen Penerangan jaman dulu.

Terlebih di masa kampanye pemilu legislatif dan pemilihan presiden, Nuh semakin jarang tampil di acara berbau ICT. Ia lebih sering sibuk menemani presiden ke sana-sini. Rumor yang beredar, ia menjadi salah satu tim sukses kampanye SBY.

“Itu tidak benar, siapa bilang saya ini sibuk kampanye,” kata Nuh tanpa mau menjelaskan ke mana saja dia selama ini, saat ditemui di gedung Depkominfo, Jakarta, Jumat (24/7/2009).

Ia juga mengaku masih mempedulikan nasib industri ICT di Indonesia. “Saya masih concern, buktinya saya sekarang datang ke INAICTA,” sergahnya.

Di tengah isu perombakan kabinet menteri yang baru untuk periode 2009-2014, Nuh mengaku tak mau berspekulasi. “Saya siap. Siap untuk melanjutkan maupun digantikan. Kalau saya yang menentukan, berarti saya menyalahi wewenang presiden.”

Sejauh ini, kiprah mantan rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS) itu sejak menggantikan Sofyan Djalil jadi Menkominfo dua tahun lalu, belum bisa dibilang maksimal. Hal itu diakui Nuh. “Saya masih punya banyak PR (pekerjaan rumah, red). Misalnya saja, Palapa Ring, Single Identity Number atau SIN dengan Dewan TIK Nasional, serta e-education, ” katanya.

Meski Nuh mengaku siap untuk melanjutkan amanahnya, namun apakah dia masih mampu untuk totalitas membangun ICT di Indonesia tanpa terlalu banyak mengurusi masalah politik? Kita lihat saja nanti.
( rou / faw )

Pelanggan IM2 Merasa Dikejar-kejar Isi Ulang

Kamis, 23/07/2009 10:28 WIB
Potong Masa Tenggang
Pelanggan IM2 Merasa Dikejar-kejar Isi Ulang
Ardhi Suryadhi – detikinet


Modem IM2 (inet)

Jakarta – Belum juga terealisasi rencana pemotongan masa tenggang terhadap produk Indosat Mega Media (IM2), para pelanggan layanan akses internet broadband ini sudah menyampaikan rentetan protes. Pelanggan merasa dengan kebijakan tersebut membuat mereka malah disuruh untuk cepat-cepat mengisi ulang.

Demikian keberatan yang diutarakan Sihombing, pengguna IM2 Broom yang berdomisili di Bandung dalam surat protesnya kepada detikINET, Kamis (23/7/2009).

Dikatakannya, begitu mendapat email dari IM2 soal rencana ini, ia langsung menghubungi costumer service IM2. Satu-satunya penjelasan yang ia dapat adalah itu kebijakan manajemen, tanpa ada penjelasan mengapa dan apa tujuannya. Di e-mail pun seperti itu, tidak ada penjelasan detail tentang perubahan ini.

“Kerugian pelanggan karena jaringan yang makin lambat saja belum dibereskan, ini malah mencoba mengeruk untung dari semakin rajinnya pelanggan membayar. Artinya IM2 berharap pelanggannya membayar lebih sementara jaringannya makin jelek. Wah, luar biasa…,” tegasnya.

Setali tiga uang dengan Sihombing, Surya yang juga pelanggan IM2 Broom asal Jakarta tak kalah sengit menyampaikan protesnya. Menurutnya, kalau misalkan alasannya itu adalah kebijakan manajemen, maka itu adalah kebijakan yang tidak bijak.

“Harusnya, IM2 sadar dong. Kemarin kan baru saja diprotes gara-gara jaringannya sering bermasalah. Ini malah nantangin dan kaya mau cari masalah baru,” tukasnya.

Seperti diketahui, mulai 1 Agustus 2009, masa tenggang seluruh paket internet prabayar milik anak usah Indosat itu akan jadi lebih singkat. Dari sebelumnya 180 hari, kini dipangkas jadi 90 hari.

Adapun paket yang akan dipangkas masa tenggangnya adalah Broom Unlimited dan Broom Xtra. Sementara, masa tenggang Truff tak berubah alias tetap 90 hari.

Keputusan ini berlaku bagi seluruh pelanggan prabayar IM2 yang telah mengaktifkan layanan, baik sebelum maupun sesudah 1 Agustus 2009.  Saat ini IM2 memiliki lebih dari 330 ribu pelanggan di seluruh Indonesia. Mayoritas di antaranya merupakan pelanggan prabayar. ( ash / fyk )