Information and Communication Technology

Senin, 30/03/2009 07:15 WIB

Saatnya Teriakkan ‘Merdeka’ untuk ICT Indonesia
Andrian Fauzi – detikinet


ilustrasi (ist)

Bandung – Berawal dari keprihatinan terhadap pemanfaatan ICT di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan, para pendidik bersatu meneriakkan ICT Merdeka. Saatnya menjadi pencipta, bukan sekadar pemakai!

Seperti yang dikatakan oleh Dr. Munir, M.IT, Direktur, Direktorat TIK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kepada detikINET di Kampus UPI, Jalan Setiabudhi. Menurutnya, sudah saatnya ICT bisa merdeka di Indonesia dan hanya dengan open source dan open konten, ICT bisa merdeka.

“Karakteristik ICT menciptakan kita menjadi merdeka dalam menjaring informasi. Baik ilmu pengetahuan, sosial, budaya dan berbagai informasi lain yang serba ada. Apapun informasinya kita bisa dapatkan di internet. Namun, kemerdekaan itu masih dalam tahap penerima dan pengguna,” ujarnya.

Dorongan penggunaan open source, imbuhnya, digagas oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi dan Depkominfo serta difasilitasi oleh Telkom dengan program INDIGO-nya. UPI menyadari akan peran dan kiprahnya dalam dunia pendidikan terutama dalam penyedia tenaga kependidikan cukup besar. Itulah kenapa UPI berniat merangkul Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) atau eks IKIP di seluruh Indonesia untuk mendeklarasikan ICT Merdeka.

“Tanggal 16 Desember 2008 di Hotel Sari Pan Pasifik ditandatangani MoU antara Kementerian Negara Riset dan Teknologi, PT Telkom Indonesia dan UPI untuk mengadakan aktivitas ICT Merdeka dengan salah satu fokusnya adalah pendayagunaan open source dan open konten,” papar Munir.

Rencana dan strategi pun dilancarkan oleh UPI. Diawali dengan seminar ICT Merdeka beberapa waktu lalu, UPI mengajak penggiat IT, terutama bidang pendidikan, membangun komitmen bersama memanfaatkan open source dan mengembangkan konten digital dalam bidang pendidikan.

“Kemarin kita memang berencana untuk mendeklarasikan ICT Merdeka. Namun baru ada 5 LPTK, jadi masih dikonsep dulu. Namun pada dasarnya akan didorong lembaga pendidikan kepada open source dan open konten. Kita masih terima masukan dari yang lainnya,” ungkap Munir.

Menurut Munir, deklarasi ICT Merdeka lahir untuk memerdekakan dari penerima informasi menjadi pemberi informasi dan dari pengguna software menjadi pencipta dalam pengembangan software. ( afz / faw )

Pembobolan Ratusan Komputer dari China

Senin, 30/03/2009 07:35 WIB

Sistem Komputer Ratusan Negara Diterobos dari China
Fino Yurio Kristo – detikinet


cracker China (CNN)

Washington – Sebuah operasi pengintaian elektronik skala raksasa yang berbasis di China sukses menerobos sistem komputer pemerintah maupun pihak swasta di 103 negara. Demikian dikemukakan media New York Times yang dilansir AFP dan dikutip detikINET, Senin (30/3/2009).

Menurut hasil laporan para peneliti Kanada, aksi pengintaian itu dikontrol hampir sepenuhnya dari negara Tirai Bambu tersebut. Meski demikian tak bisa dipastikan apakah pemerintah China turut terlibat atau malah jadi dalangnya.

Para peneliti yang berasal dari University of Toronto mengawali langkah investigasi setelah Dalai Lama-pemimpin Tibet yang sering berkonfrontasi dengan China- meminta mereka memeriksa komputernya. Sebab, komputer Lama tampak terinfeksi malware. Dari situ terungkap adanya operasi pembobolan sistem komputer besar-besaran
dari China yang menimpa sekitar 1000 komputer di 103 negara.

Sebagian komputer tersebut adalah milik kedutaan, kementerian luar negeri dan kantor pemerintahan lainnya. Beberapa data penting pun berhasil diraup. Para peneliti yakin bahwa di samping untuk memata-matai Dalai Lama, sistem pengintaian ini juga difokuskan untuk memata-matai pemerintah negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Namun tak disebutkan apakah Indonesia termasuk di dalam daftar. ( fyk / faw )

Cracker Paksa Gadis Beradegan Mesum

Rabu, 18/03/2009 13:31 WIB

Jebol Komputer, Cracker Paksa Gadis Beradegan Mesum
Fino Yurio Kristo – detikinet


Ilustrasi (ist)

Atlanta – Para predator seks tiada henti membuat ulah dengan bantuan internet. Belum lama ini misalnya, aparat di Amerika Serikat membekuk seorang kontraktor militer yang melakukan aksi pembobolan komputer milik para gadis incarannya di negeri paman Sam maupun di beberapa bagian dunia.

Dikutip detikINET dari PressAssociation, Rabu (18/4/2009), sang cracker gemar memaksa para gadis untuk mengiriminya adegan yang tidak senonoh. Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, tersangka mengancam akan menyebarluaskan informasi personal di komputer korban yang telah diraupnya.

Bahkan selain foto diri bernuansa seks, para gadis juga dipaksa untuk beradegan mesum di depan webcam. Salah seorang korban bersaksi bahwa pelaku memintanya mengirim foto saat sedang mandi.

Pelaku bernama Patrick Connoly yang semula tinggal di basis militer Amerika di Irak ditangkap saat sedang berada di wilayah Atlanta. Saat ini, dia sedang bersiap untuk menjalani proses di pengadilan setempat dan menghadapi ancaman hukuman cukup berat. ( fyk / ash )

Microsoft Akur dengan Open Source ?

Kamis, 26/02/2009 13:51 WIB

Microsoft Ingin Akur dengan Komunitas Open Source
Ardhi Suryadhi – detikinet


Ilustrasi (Ist.)
Jakarta – Tak bisa dipungkiri, sejumlah kalangan melihat hubungan antara Microsoft dengan komunitas Open Source itu berseberangan. Hal itu lantaran kedua pihak tetap memegang teguh keyakinannya dalam hal keterbukaan kode-kode penyusun aplikasi yang dibuat.
Irving Hutagalung, Platform Strategy Manager Microsoft Indonesia, pun mengakui adanya pandangan negatif tersebut di kalangan penggiat IT Tanah Air. “Tapi kita malah ingin menghilangkan perspektif berseberangan tersebut,” ujarnya kepada detikINET.
Buktinya, lanjut Irving, kerja sama antar Microsoft dan komunitas Open Source sudah beberapa kali terjalin. Bahkan, keduanya dikatakan suka membuat acara bersama.

“Seperti kalau di kantor pusat Microsoft di AS, kita sudah menjadi partner Apache Foundation. Sementara di Indonesia, kita sudah beberapa kali kerja sama dengan komunitas PHP untuk mengadakan acara PHP Developer Days,” jelasnya.

Microsoft Indonesia sendiri tak ingin terus terhanyut dengan anggapan miring tersebut. Mereka lantas coba untuk merajut hubungan baik dengan komunitas Open Source dengan membangun ‘jembatan’ penghubung teknologi antar keduanya.

‘Jembatan’ yang dimaksud adalah Microsoft Open Source Interoperability Laboratory (OSIL) yang dibangun di Universitas Indonesia.

Fokus utama lab ini adalah untuk meningkatkan inovasi seputar interoperabilitas guna menciptakan atau meningkatkan kemampuan dari aplikasi-aplikasi Open Source untuk bekerja sama dengan produk-produk atau teknologi Microsoft.

“Kita memastikan bahwa komunitas Open Source bukan warga ‘kelas dua’ bagi Microsoft,” tandasnya.

( ash / wsh )

Google Maps Dikecam karena Usik Privasi

Selasa, 24/03/2009 08:05 WIB

Google Maps Dikecam karena Usik Privasi
Santi Dwi Jayanti – detikinet


Screenshot Google Streetview London

London – Bayangkan jika setiap Anda keluar ke jalan, gambar diri Anda akan muncul di internet. Mungkin bagi beberapa orang hal ini tak jadi masalah, namun dalam kenyatannya, banyak orang yang merasa terganggu akan hal ini.

Tak terkecuali di Inggris. Di sana, layanan peta online Google, Google Maps mendapat kecaman warga akibat salah satu fiturnya, yakni Google Street View diangapp mengganggu kenyamanan dan privasi mereka. Google Street View dituding karena aksinya yang secara bebas mengambil foto-foto jalanan, orang-orang dan kendaraan-kendaraan yang melintasi Inggris, kemudian mempostingnya.

Seperti tak mau masalah berlarut-larut, Google pun menanggapi hal ini dengan menganjurkan pada siapapun yang merasa kurang nyaman untuk mengetes dan menyapu foto mereka dari fitur ini, demikian detikINET kutip dari ITPortal, Selasa (24/3/2009).

Negara Inggris sendiri memiliki CCTV yang tersebar di seluruh pelosok dengan jumlah yang cukup banyak yakni 5 juta unit. Ia meraih ratio tertinggi untuk jumlah CCTV per seribu penduduknya.

( sha / wsh

Promosi Hotel Gandeng Komunitas Blogger

Sabtu, 21/03/2009 11:33 WIB

Promosi Hotel Gandeng Komunitas Blogger
Andrian Fauzi – detikinet


Aston Hotel (airasia)
Bandung – Sebagai hotel yang mengaku menerapkan konsep ‘hijau’, Aston Bandung Hotel & Residence ingin dikenal lebih luas. Cara mereka berpromosi pun tergolong unik, yakni menggandeng komunitas blogger lokal.

Sebanyak 20-an blogger yang tergabung dalam Bandung Kota Blogger (Batagor) diajak manajemen Aston untuk berkeliling hotel. Bukan hanya diajak jalan-jalan untuk mengelilingi Hotel Aston Braga, para blogger tersebut juga diminta untuk menuliskan seputar pengalaman jalan-jalan mereka tersebut. Mulai dari fasilitas, kelebihan hingga kekurangan yang dimiliki Aston Braga.

Training Room di lantai 1 menjadi tempat briefing para peserta. Dipandu oleh Kiki Lesmana, Accountant Aston Bandung Hotel & Residence, blogger langsung diajak untuk melihat serta mencoba kamar-kamar yang dimiliki oleh Aston. Mulai dari three bedroom condotel hingga kelas deluxe yang berada di lantai 16.

Tak hanya promosi tentang pelayanan dan kamar yang dimiliki, Kiki juga mengajak blogger melihat safety prosedur yang dimiliki oleh hotel yang memiliki 23 lantai ini.

“Setiap tamu yang masuk akan dijelaskan mengenai safety prosedur. Petugas kita di lobi akan menerangkan rute darurat jika terjadi bencana serta peralatan yang bisa digunakan saat bencana,” papar Kiki yang juga menjabat sebagai ketua Greenholic kepada detikINET, Jumat (20/3/2009) malam.

Paparan Kiki nampaknya cukup membuat para blogger yang menjadi peserta jalan-jalan ini berdecak kagum. “Ternyata keamanan di Aston Braga sudah bagus. Antisipasi padamnya listrik hingga kebakaran dan bencana alam sudah diatur dengan baik,” ujar Yudha P Sunandar, Ketua Batagor.

Ditempat yang sama, Public Relation Manager Aston Bandung Hotel & Residence Diah Suhandi mengaku pada dasarnya kegiatan tersebut merupakan salah satu cara bagi manajemen untuk mengetahui respon masyarakat terhadap konsep Green Hotel yang diterapkan.

“Kita ingin pandangan dari orang lain terhadap konsep green hotel yang kita terapkan. Sudah sejauh mana dan apakah masyarakat bisa menerima konsep ini,” tukasnya.

Setelah puas berkeliling, blogger langsung membuat review tentang Aston Hotel di blognya masing-masing. Hasil oret-oretan para blogger ini akan dilombakan dan juara 1 akan memperoleh voucher menginap di Two Bed Room, juara 2 mendapatkan voucher menginap di Studio Room dan juara 3 mendapatkan voucher dinner untuk 2 orang.

( ash )

Patroli Virtual

Rabu, 25/03/2009 09:43 WIB

Hadang Bandit Narkoba dengan Patroli Virtual
Santi Dwi Jayanti – detikinet


ilustrasi (ist)

AS – Dengan modal koneksi internet, siapapun bisa jadi petugas patroli virtual untuk membantu petugas menjaga daerah perbatasan dari masuknya bandit-bandit pengedar narkoba serta imigran ilegal.

Hal ini dilakukan oleh Amerika Serikat. Negara ini memasang jaringan webcam di perbatasan Texas-Mexico sepanjang 1.254 mil di untuk mengawasi segala gerak gerik yang mencurigakan.

Dengan jaringan ini, tidak hanya para petugas yang berpatroli saja yang bisa memanfaatkannya, namun juga semua orang. Mereka diberi kesempatan membantu negara dengan mendaftar online terlebih dahulu.

Para pendaftar kemudian diminta  mengirim e-mail kepada petugas jika memergoki ada yang tidak beres saat memonitor kawasan dengan jaringan webcam tersebut. Hal ini bisa dilakukan dari mana saja, asal ada koneksi internet.

Hingga saat ini telah ada sebanyak 100.000 orang yang  mendaftar, seperti detikINET kutip dari Guardian, Rabu (25/3/2009). Dengan bantuan e-mail yang masuk, petugas telah sukses membongkar 2.000lb (907kg) mariyuana dan 30 kasus lainnya yang terkait imigran ilegal.

( sha / faw )

Di indonesia kapan ya ?