Serangan Anonymous di Indonesia Mulai Berhasil

Senin, 01/08/2011 13:40 WIB

Wicak Hidayat – detikinet

Jakarta – Kelompok hacker Anonymous sejak beberapa waktu lalu dikabarkan mulai menggelar operasinya di Indonesia. Benarkah operasi itu mulai membuahkan hasil?

Indikasi keberhasilan operasi itu disampaikan dalam sebuah dokumen online bertajuk ‘Tea Party: The Appetizer‘. Isi dokumen itu konon merupakan data yang dibobol dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Info akan adanya dokumen online itu disampaikan akun @anonyOpsIndo ke akun @detikinet di Twitter. Info serupa juga disampaikan pembaca lewat email yang diterima detikINET, Senin (1/8/2011).

Sesuai judulnya, dokumen ini disebut-sebut baru ‘hidangan pembuka’ saja. Sedangkan hidangan utamanya masih disimpan dan akan disajikan di kemudian hari.

Seperti kelompok LulzSec, kelompok Anonymous Operations Indonesia (AnonyOpsIndo) ini mengibaratkan diri sebagai pelaut di atas sebuah kapal. “Penumpang kapal ini, yang banyak di antaranya adalah orang Indonesia, ingin menyampaikan terima kasihnya pada #kominfo @tifsembiring @iwansumantri @patakaid #idsirtii,” demikian tercantum dalam dokumen itu.

Nama orang dan lembaga yang disebut di situ dikatakan menyediakan bahan baku yang digunakan dalam meracik kue yang akan dihidangkan. Tentunya ini semacam sindiran pada lembaga dan orang-orang itu.

Aksi ini pun nampaknya masih akan diteruskan. Sesuai pesan yang tertera dalam dokumen itu: “Untuk kaffeklatch (duduk santai sambil minum kopi-red) berikutnya, kami akan menghidangkan penganan seperti #oplapindo #opprita dan #opnazarrudin! Siapkan peralatan makan Anda!”

Di bagian akhirnya dokumen itu, pelaku berpesan pada Menteri Kominfo Tifatul Sembiring agar melakukan filter pada server Kominfo sebelum memfilter internet.

Selain itu, pelaku yang membubuhkan tandatangan gerakan AntiSec itu mencoba menyampaikan pesan pada rakyat Indonesia bahwa mereka bukanlah musuh. “Kami bukan musuh Anda, kami bukan teroris, kami adalah Anda,” sebut pesan itu.

Advertisements

Hacker Ditantang Temukan ‘Lubang Keamanan’ Facebook

Senin, 01/08/2011 08:26 WIB

shanti dwi jayanti – detikinet


ilustrasi (ist)

Jakarta – Facebook siap memberikan ganjaran ratusan dollar kepada para hacker yang berhasil menemukan bug atau celah keamanan di situs mereka. Program ini membuntuti kesuksesan perusahaan teknologi lain yang telah lebih dulu membuat program serupa bertema “Bug Bounty”.

Jumlah uang yang ditawarkan Facebook pada mereka yang berhasil menemukan bug ialah sebesar USD 500, angka yang terpaut jauh dengan yang ditawarkan perusahaan Google, Mozilla dan Microsoft. Sebagai perbandingan, Google menggelontorkan uang sebesar USD 3.000, jumlah yang sama dengan yang dikeluarkan Mozilla. Sedangkan Microsoft mengeluarkan uang senilai USD 250.000.

Ganjaran yang diberikan oleh Facebook ini bertujuan untuk lebih mengamankan situs yang digandrungi ratusan juta orang tersebut. Seperti detikINET kutip dari laman “Security Bug Bounty”, Senin (1/8/2011), Facebook memaparkan klasifikasinya untuk seorang ‘bounty’ seperti mau memberikan waktu pada Facebook untuk merespon terlebih dulu laporan yang masuk sebelum menyiarkannya pada publik.

Bug yang ditemukan seorang bounty juga harus bersentuhan dengan situs Facebook sendiri, bukan yang terkait dengan aplikasi pihak ketiga atau situs pihak ketiga yang terintegrasi dengan Facebook. Meskipun Facebook berjanji bahwa mereka akan menyiapkan upah sebesar USD 500, namun bagi mereka yang melaporkan adanya bug tertentu, maka hadiah akan dinaikkan.

Sebelumnya, demi menguatkan keamana yang mereka miliki, Facebook, seperti Microsoft dan Google, juga mempekerjakan George Hotz. Ia adalah hacker ngetop yang pernah dituntut Sony karena telah membobol konsol game PS3 dan menjadi orang pertama yang meretas iPhone.

Hubungan baik yang dijalin Facebook dengan para hacker dikatakan oleh pihaknya adalah sesuatu yang penting. Perusahaan itu sendiri sering dikontak oleh hacker tiap minggunya, yakni sekitar 30-50 kali. Dan untuk lebih mempererat hubungan baik tersebut, Facebook juga mensponsori konferensi hacking Defcon selama dua tahun terakhir ini.

Kominfo: Serangan ke Situs Pemerintah Makin Parah

Trisno Heriyanto – detikinet


Menkominfo Tifatul Sembiring (rou/inet)
Bandung – Menkominfo Tifatul Sembiring, memperingatkan semua pihak agar meningkatkan kesadaran akan bahaya keamanan serangan dalam dunia maya yang semakin gencar dilakukan hacktivist.

Hal ini dikemukannya dalam sambutan pembukaan Seminar Nasional Keamanan Informasi yang berlangsung hari ini (19/07/2011) di Hotel Savoy Hoffman.

“Saya menyayangkan sikap yang terlalu mengabaikan bahaya serangan yang terjadi di dunia maya, dan hal ini sudah merupakan masalah serius di seluruh dunia”, ujar Tifatul.

Tifatul juga mengungkapkan beberapa kali serangan terhadap situs resmi pemerintahan dari Esthonia, Iran, Swiss, Malaysia. Juga terhadap lembaga CIA, Google, Fox News dan bahkan di dalam negeri lembaga pemerintah yang situsnya pernah diserang seperti Mabes Polri, Lemhannas, TNI, Pertamina tidak luput pula situs Kemenkominfo.

“Semua harus sadar, semua harus siap siaga, semua harus membangun sistem pertahanan cyber, ini tanggung jawab kita semua”, pungkas Tifatul.

Dalam penelusuran Kominfo, diungkapkan masih banyak Lembaga dan Kementerian Negara yang belum membangun sistem keamanan komputer yang baik. Bahkan cenderung mengabaikan aspek-aspek keamanan sistem informasi ini.

Seminar ini merupakan rangkaian seminar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pejabat publik pengelola data dalam menjaga informasi miliknya, dihadiri oleh seluruh kepala dinas kominfo dan perwakilan kementrian di indonesia.

Tifatul juga mengingatkan bahwa serangan dunia cyber dapat berskala yang lebih luas karena tanpa batas. Dan kasus lemahnya security mengakibatkan kejadian fatal bahkan di tingkat negara seperti lumpuhnya sistem komputer pemerintah dan lembaga penting lainnya.

“Masa ada situs lembaga yang passwordnya adalah ‘123’, dan ditempel pula diatas meja”, ungkap Tifatul yg disambut tawa hadirin.

Seminar juga menghadirkan demo meretas account twitter yg dilakukan oleh Abigail, siswi kelas 1 smu. Seminar ini juga menghadirkan paparan pakar security komputer, paparan ttg kebijakan security pemerintah dan pelatihan peningkatan penggunaan indeks keamanan informasi (indeks KAMI) yaitu indeks awal dari standar keamanan informasi internasional ISO 27001.

Korea Selatan Lagi-lagi Jadi Bulan-bulanan Hacker

Santi Dwi Jayanti – detikinet


ilustrasi (flickr/cc/nicolasnova)
 Jakarta – Korea Selatan mendapat serangan dari hacker asal China. Serangan ini disinyalir sebagai serangan cyber terbesar di negara tersebut. Data yang dibobol mencapai 35 juta.

Serangan cyber ini merupakan lanjutan dari pembobolan yang menimpa perusahaan finansial di Korea Selatan dalam beberapa bulan terakhir. Regulator komunikasi negara tersebut mengatakan bahwa pembobolan ini dilakukan peretas dari China.

Sebuah portal internet dan situs blogging yang dioperasikan oleh SK Comms menjadi sasaran serangan ini, yang mengakibatkan bolongnya informasi milik 35 juta user. Informasi yang dibobol ini antara lain data nomor telepon, alamat email, user portal Nate dan situs blogging Cyworld. Portal dan situs tersebut dioperasikan oleh SK Comms.

Nate ialah mesin pencari dengan pengguna sebanyak 25 juta dan Cyworld telah digunakan oleh 33 juta user dalam negara yang berpopulasi 48,6 juta.

Kejadian pembobolan yang terjadi di Korea Selatan ini bukan yang pertama mereka alami dan China dituding menjadi biang di balik semua aksi merugikan tersebut.

Tudingan itu muncul karena, alamat yang dipakai si hacker adalah alamat di China. Di sisi lain, China menyangkal semua tuduhan yang dilancarkan.

Serentetan serangan telah terjadi di Negeri Ginseng tersebut. Pada bulan April 2011, sebuah bank komersil mengalami kelumpuhan jaringan dan berdampak pada jutaan usernya. Di bulan Mei, peretas juga membobol informasi personal dari 1,8 juta konsumen Hyundai Capital yang dimiliki Hyundai Motor dan GE Capital International.

Anonymous Bocorkan Info Soal NATO

Wicak Hidayat – detikinet


Demo Anonymous (reuters/jon nazca

Jakarta – Kelompok hacker Anonymous kembali beraksi. Kali ini, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (31/7/2011), mereka membobol sebuah perusahaan yang disewa oleh Pemerintah AS.

Perusahaan yang jadi sasaran Anonymous adalah Mantech International Corp. Salah satu klien perusahaan ini adalah pemerintah Amerika Serikat, tepatnya Departemen Pertahanan AS.

Seusai membobol jaringan Mantech, Anonymous pun membeberkan beberapa informasi mengenai North Atlantic Treaty Organization (NATO). Informasi itu berupa surat-menyurat antara NATO dengan Mantech.

Tidak jelas seberapa rahasia informasi yang dibocorkan Anonymous. Lebih tidak jelas lagi, informasi apa saja yang berhasil diraup kelompok itu namun tidak diumbar ke publik.

Kelompok seperti Anonymous dan LulzSec dikenal mengusung suatu gerakan bernama AntiSec. Mantech menjadi satu lagi dalam daftar korban gerakan ini. Korban lainnya termasuk lembaga intelijen CIA, senat AS, Sony (yang kena berkali-kali) dan kelompok bisnis Rupert Murdoch.