NILAI AKHIR MPPL KEL. TU TAHUN 2016-2017

daftar nilai MPPL Kelompok TU

NILAI INI HANYA AKAN TAYANG SELAMA 1 MINGGU,  ada kesempatan sampai dengan UAS untuk memperbaiki sebelum di upload ke Sistem Akademik

Advertisements

BISNIS PROSTITUSI ONLINE

“PROSTITUSI ONLINE”
BISNIS DAN GAYA HIDUP YANG SANGAT MENGGIURKAN

SUDAH PERNAHKAH ANDA ?
Yurindra S.Kom, M.T , Praktisi security dan social networking STMIK Atma Luhur

Pict

Akhir-akhir ini Masyarakat Indonesia dihebohkan pemberitaan media tentang maraknya bisnis Prostitusi didunia maya. Dipicu dari terbunuhnya Dedeuh “Tata Chuby” beberapa waktu yang lalu setelah melayani tamu dikamar kost nya.
Prostitusi “ONLINE” dan “SEMI ONLINE”
Pada dasarnya tindak prostitusi yang dilakukan dedeuh “tata chubby” belum sepenuhnya prostitusi online karena tindak asusila antara dua pelaku ini masih dilakukan di tempat ‘fisik’ alias dunia nyata, hanya saja teknik pemasarannya melalui media “online”.

Perilaku murni bisnis prostitusi online sebetulnya adalah diimana kedua pelaku melakukan semua transaksi mereka didunia maya,mulai dari perkenalan, tawar menawar harga, transfer pembayaran, sampai pada kegiatan seks yang dilakukan pun melalui teknologi online yang umumnya menggunakan fasilitas web cam atau kamera / video , atau yang lebih kita kenal dengan video conference.

Ada perbedaan Pandangan hukum dan pola tindak tempat kejadian pada dua karakteristik praktik prostitusi tersebut. Prostitusi ‘Semi Online’ masih bisa terlacak dengan mengamati perilaku pelaku dengan adanya kontrol social dari masyarakat. Namun yang lebih sangat mengkhawatirkan adalah Perilaku Prostitusi “full” online. Beberapa ‘abg’ smp dan sma terlihat normal dirumah dan biasa saja dalam pergaulannya, tetapi siapa yang tau ternyata pada saat sendiri dikamar mereka ‘menjual’ diri mereka dengan cara bugil didepan webcam, melakukan ‘sesuatu’ yang diminta pelanggan mereka dengan imbalan tertentu, karena banyak penelitian menunjukan bahwa seseorang dapat memiliki dua bahkan lebih kepribadian ganda apabila berada didunia maya.
Dari golongan manakah Pelaku prostitusi yang dikategorikan ‘full’ online ini ? kalau saja dilihat dari fasilitas yang mereka miliki biasanya mereka bukan berasal dari masyarakat tidak mampu. Mereka melakukan hal ini karena pola hidup mewah. Hal Ini yang lebih berbahaya dibandingkan dilakukan karena dasar kemiskinan .
Lalu bagaimana pandangan sisi teknologi online tentang bisnis ini ? berikut sekilas perspektif dunia teknologi online terhadap bisnis ini .

ANYWHERE
Bisnis prostitusi Online dapat dilakukan dimana saja ; dikamar kost, di apartemen, di hotel, di perumahan, rusun dan sebagainya. Pelaku bisnis ini tidak perlu mangkal ditempat tertentu yang notabene harus bayar biaya keamanan, bayar pajak preman dsbnya. Pelaku prostitusi online punya tempat mangkal ekslusive yang disebut dengan ‘website / Blog ‘ baik yang mempunyai domain sendiri maupun dari social media yang ada seperti facebook dan twitter yang umum digunakan di Indonesia. Karakteristik website yang selalu dipilih pelaku bisnis ini adalah website yang bertipe “INTERACTIVE” yaitu website yang mampu mengkomunikasikan secara real time antara pemilik situs dengan pengunjung baik dalam hal pertukaran kalimat pembicaraan (CHAT) maupun pertukaran data ( Voice,Picture,Video) . Hal tersebut tentu sangat dibutuhkan pula oleh pelaku prostitusi online untuk dapat menyeleksi pelanggan, melakukan perjanjian, menunjukan bukti transfer pembayran dimuka , sampai kepada kegiatan utama prostitusi itu sendiri.

ANYTIME
BIsnis prostitusi Online tidak mengenal waktu, beberapa tempat mangkal pelaku bisnis ini dari pantauan adalah pasar yang pada malam hari tidak digunakan, tentu saja siang hari mereka tidak akan mangkal disana karena masih ketatnya kontrol masyarakat terhadap hal tersebut . Namun dengan menggunakan fasilitas online didunia maya mereka mampu mangkal 24 Jam sehari, dapat melakukan transaksi 24 jam sehari tanpa takut dengan kontrol masyarakat sekitar. Masih ingatkah kita dengan ramainya PhoneSex yang sempat booming beberapa tahun yang lalu? Sebuah perusahaan yang memiliki server di Singapore mampu mengeruk omzet jutaan dollar dalam sebulannya. Kapan pengguna melakukan itu ? beberapa survey menunjukan penggemar phonesex dari kelas karyawan kantoran melakukan itu di kantor pada saat jam sepi, baik bubaran kantor maupun malam hari atau dirumah, rata-rata pengguna melakukan itu pada malam hari disaat istri-istri mereka tidur maupun sedang sendirian.
Saat ini hal tersebut masih tetap berlanjut, namun sudah berubah arah teknologinya menjadi Chatting atau video conference. Hal ini tentu lebih menguntungkan di bandingkan phonesex selain biaya yang jauh lebih murah, dengan video conference para pelaku dapat bertatap muka..

CYBERMEDIATION
Peter finger, Harsha Kumar dan Tarun Sharma dalam bukunya yang berjudul Enterprise E-Commerce bertema 18 Imperatives of E-Commerce ,mengatakan bahwa dalam bisnis dunia maya akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi pasar bebas untuk para pelaku dan mediator dunia maya untuk dapat bekerja sama menjual produk sendiri maupun milik orang lain.
Didunia nyata para pelaku prostitusi memiliki apa yang disebut Germo atau istilah lainnya “ MAMI” atau pelindung, sehingga transaksi tidak dapat dilakukan sendiri, dengan perjanjian sebagian hasil kerjanya akan dibagikan ke germo tersebut.
Melakukan Prostitusi di dunia maya anda boleh tidak memiliki germo sama sekali sehingga penghasilan anda tidak perlu dibagi, atau dapat memilih germo sendiri, bahkan boleh satu atau lebih dari satu germo, pada dasarnya pekerjaan germo di dunia maya dan dunia online sama saja namun berbeda sudut pandang dalam pelayanannya. Germo didunia nyata lebih mengacu kepada “boss” pelaku , namun germo didunia maya lebih mengarah kepada “Partner” dalam mencari keuntungan.

Attention!
Media sosial digunakan oleh pelaku prostitusi untuk “menjual” dirinya baik sendiri maupun oleh orang lain. Sangat memungkinkan beberapa teman ‘mempromosikan” diri anda kepada orang lain dengan catatan apabila terjadi transaksi maka sang ”teman” akan kebagian sedikit hasil transaksi tersebut. Maka apabila sudah sampai pada titik ini terjadilah konsep bisnis online yang oleh Peter finger, Harsha Kumar dan Tarun Sharma disebut cybermediation ( Pemediasi dunia maya / Calo online ) dengan system pemasaran berjenjang. Apabila titik ini sudah terjadi maka biasanya Pelaku akan mulai kerepotan melayani Pelanggannya, karena kerepotan maka mulailah dia mencari teman untuk mendampinginya dalam memenuhi permintaan pasar, sekali lagi bila pelaku online sudah ada pada titik ini, maka Indonesia akan jadi Negara dengan Darurat Prositusi. Mengapa demikian ? Dengan nyamannya bertransaksi, amannya keadaan dalam melakukan pekerjaannya, besarnya keuntungan yang diperoleh , tentu saja hal ini akan memancing bermunculan semakin banyak nya pelaku-pelaku pendatang baru. Yang tadinya ikut “situs” teman, setelah “prof” akhirnya buat situs sendiri dan mulai mulai mengajak teman baru lagi,  maka dimulailah siklus baru lagi .

Pelaku PSK Online Lebih Pintar dari PSK Konvensional
Para pelaku prostitusi didunia onlne akan lebih pintar dibandingkan dengan pelaku prostitusi didunia nyata, mengapa ? Yang pasti  tentu saja mereka lebih menguasai informasi, kebiasaan berdandan dimiliki oleh kedua karakteristik pelaku prostitusi ini, namun kemampuan surfing dunia maya dan mendapat informasi tentu saja tidak dimiliki oleh rata-rata pelaku prostitusi didunia nyata.
Mereka ( pelaku online ) punya kemampuan lebih baik untuk menyeleksi calon Pelanggan dan memiliki kemampuan lebih canggih untuk menghindari petugas berwenang,

SARAN
Disebuah Universitas swasta milik Yayasan Bharata Bhakti POLRI di Bandung banyak menelurkan praktisi-praktisi security yang handal baik dalam bidang teknologi online maupun Hukum. Ada beberapa penelitian mereka yang sempat di rekam oleh penulis bahwa sudah saatnya Kepolisian Republik Indonesia membentuk apa yang disebut dengan ‘Cyber Police’ , beberapa daerah sudah mulai menerapkan itu seperti POLDA JABAR, POLDA METRO JAYA dan beberapa daerah lain, Hal ini juga didukung oleh beberapa lembaga dunia seperti ID-Sirtii, CERT dan sebagainya. Aparat Hukum di Indonesia sudah mulai harus belajar memandang kejahatan teknologi sebagai bagian dari tindak kejahatan yang berpuluh puluh kali lebih banyak dan lebih berbahaya dari kejahatan di dunia nyata.
Buat para orangtua,sudah saatnya anda mulai menelisik apa yang dilakukan anak-anak anda, menyeleksi gadget, mulai memeriksa personal computer, pc Tablet, maupun laptop anak anda secara berkala, sampai dengan memasang alat-alat penyadap ringan di komputer anak yang masih dibawah pengawasan anda.
Percayalah bahwa tanpa anda sadari kejahatan didunia maya ratusan kali lebih banyak setiap hari dilakukan ketimbang di dunia nyata, dan kita tidak pernah tau anak kita adalah KORBAN atau PELAKU ?

Sehari Bersama PESTA DEMOKRASI KADA

Setelah sekian kali , Rabu kemaren 26 Juni 2013,aku kembali ‘menerawang’ sehari penuh dalam proses pemilihan walikota dan wakil walikota Pangkalpinang yang akan menentukan nasib Kota Pangkalpinang 5 tahun kedepan.

Walaupun lelah tetap kusempatkan untuk menulis catatan hasil pengamatanku selama sehari penuh itu. Dalam carut marutnya politik di negeri ini ternyata pemilihan kemaren masih dikategorikan lancar-lancar saja, walaupun pemenangnya tetaplah GOLPUT, karena hanya sekitar 30-40% saja yang memilih.

Beberapa hal yang dapat dijadikan catatan diantaranya masih terdapat ‘luka lama’ yaitu kesalahan-kesalahan yang sudah ada sejak negeri ini merdeka sampai sekarang yang tak kunjung diperbaiki pemimpin bangsa ini.
pada pemilihan kali ini ada beberapa catatan yang berhasil ku kumpulkan selama sehari penuh ini ;

1. Form model A9
Dalam pemilihan ,pemilih biasanya di berikan formulir model C6 yang terdaftar dalam DPT dari KPU, namun banyak juga pemilih yang masih memiliki formulir A9 yang artinya tidak ada dalam DPT, tentusaja hal ini membingungkan karena saksi pasangan calon dan anggota KPPS sendiri artinya tidak punya data siapa mereka yang memilih menggunakan A9 tersebut yang akhirnya harus ditulis manualoleh saksi dan anggota KPPS 4.

2. PEMILIH KTP
Masih banyak sekali pemilih yang datang hanya dengan membawa KTP saja, dan itu diijinkanoleh Ketua KPPS,Padahal sesuai Peraturan KPU bahwa pemilih dapat memilih dengan membawa “KTP dan KK”, bukan KTP atau KK, artinya keduanya harus ditunjukan. namun masih dijinkan memilih oleh ketua KPPS setempat dan tidak ada protes dari saksi.

3. “Fake” KTP
Ada tujuh saksi dari 7 pasngan calon yang hadir pada pemilihan kali ini, namun setiap pemilih yang datang hanya memperlihatkan KTP nya pada Anggota KPPS 4 dan Ketua KPPS, tidak pada saksi, coba saja ada “mainmata” antara calon tertentu dengan Anggota dan ketua KPPS, dijamin tidak ada yang tau apakah benar KTP itu KTP daerah situ, atau KTP itu masih berlaku atau tidak, karena saksi tidak pernah diperlihatkan KTP tersebut. Sementara ada hampir 50 % dari setiap daerah pemilihan yang menggunakan Form A9 dan KTP. artinya hampir 40 – 50% pemilih yang memilih tidak terdaftar dalam DPT.

4. SURAT KETERANGAN PEREKAMAN E-KTP / KTP Sementara
Sangat jelas dalam aturan KPU bahwa memilih boleh menggunakan KTP dan KK, namun masih ada beberapa ketua KPPS yang mengijinkan pemiliih menggunakan hanya selembar surat saja dari DISDUKCAPIL yang mengatakan bahwa bersangkutan telah membuat e-KTp, namun belum mendapatkannya , malah pada beberapa kasus surat keterangan tersebut baru ditandatangani 2 hari sebelum pemilihan,padahal dalam aturan KPU sangat jelas KTP yang dapat digunakan sudah berumur 6 bulan pada saat pemilihan berlangsung dan hal tersebut terlewat dari saksi-saksiyang hanya manggut manggut saja.

5. DAFTAR PEMILIH TETAP.

nah inilah borok lama yang tak pernah selesai, yaitu DPT, Coba perhatikan Formulir A4.KWK.KPU tentang daftar pemilih tetap daerah tertentu,isinya kuaaacau buaaalau, mau tau kacaunya dimana :
a. Alamat
Dari 600 pemilih pada TPS tertentu, menurut sang RT ,ada hampir dua ratus pemilih terdaftar ,alamat yang terdaftar tidak ada, artinya nama jalannya boong, nama gangnya ngarang, RT / RWnya ngaco. artinya ada pemilih dan tidak ada alamatnya, Yang jelas hanya nama kelurahan sama kodepos nya saja, namun ada pula yang sebenarnya masukkedalam wilayah lain tapi terdaftar di DPT kelurahan lain.

b. Jenis kelamin
Banyak sekali pemilih yang namanya [eks] ” Bambang” atau “Yanto” tapi jenis kelaminnya Perempuan [alay kaleee] , atau namanya “Ria” atau ” Susi” namun jenis kelaminnya perempuan.
hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap rekap laporan yang akan dibuat oleh KPPS kepada PPS dan PPK tentang jumlah pemilih perempuan dan laki-laki.

fiuhhhhh ……………..

Saran :
1. Buat KPU KOTA/PPK , Cobalah adakan BIMTEK dengan serius , jangan asal-asalan karena yang saya pantau BIMTEK dilaksanakan hanya sekedar melaksanakan “Fardlu ain” saja,Banyak anggota KPPS tidak mengerti aturan tata cara pemilihan dan Cara Mencoblos yang baik.

2. Buat Kandidat / Calon KADA , cobalah untuk meminta agar saksi-saksinya di ikutsertakan dalam BIMTEK yang dilaksanakan oleh KPU dan PPK agar mereka tidak asal manggut manggut saja pada saat melihat surat suara TIDAK SAH yang dikatakan SAH oleh KETUA KPPS.

3. PANWASLU agar lebih serius memonitoring Anggotanya, karena pada saat pemilihan, Anggota Panwas dan Pemantau pemilu hanya datang pagi hari dan sore pada saat acara selesai saja.

4. Yang paling penting bagi DISDUKCAPIL dan KPU cobalah untuk lebih memperhatikan dan mengolah DATA DPT dengan lebih baik.

Selama SIN tidak diimplementasikan di indonesia, sampai kiamatpun kisruh DPT akan tetap seperti ini….

terimakasih. mau lanjut tidur lage…………………