System Mini Rekam Medik Buat Dokter Praktek

SYSTEM INFORMASI REKAM MEDIK

UNTUK DOKTER PRAKTEK

PENDAHULUAN

Seperti kita ketahui bahwa selama ini pekerjaan dalam bidang kedokteran membutuhkan sebuah kesabaran dan kinerja yang sangat apik. Karena pekerjaan dalam bidang kedokteran bersinggungan langsung dengan masalah nyawa pasiennya.

Selama ini Profesi dokter didukung dengan peralatan-peralatan kedokteran yang diperlukan sesuai dengan bidang spesialisasi masing-masing , mahal atau tidaknya harga peralatan yang dimaksud tergantung kepada jenis spesialisasinya masing-masing.

Seiring dengan perkembangan jaman dan tehnologi, kebutuhan seorang dokter dituntut lebih daripada hanya seorang yang dapat mengobati penyakit pasiennya saja, Namun dokter dituntut dapat melayani pasien dengan baik, dapat menyediakan rekam medik pasien dengan benar dan cepat, mempunyai sistem pelaporan yang sangat detail dan rinci, mengefisiensikan waktu dan tempat praktek sehingga dapat melayani pasiennya dengan jauh lebih baik.

Hal ini sudah banyak disadari oleh banyak Rumah sakit dan klinik baik swasta ataupun milik pemerintah.Sehingga banyak dari Rumah sakit maupun klinik sudah menerapkan sistem informasi rumah sakit ataupun sistem informasi rekam mediknya dengan baik.

Melalui sistem informasi rekam medik untuk dokter praktek berikut ini kami ingin mengimplementasikan sistem informasi rekam medik yang ada dirumah sakit atau klinik menjadi konsumsi Dokter-dokter praktek di tempat praktek masing-masing.

Tentu saja Implementasinya tidak akan sebesar rumah sakit ataupun klinik, dan harganya pun relatif murah dan terjangkau, malah kami menawarkan sistem ini dengan cara bagi hasil sehingga tidak memberatkan dokter yang ingin membuka prakteknya dengan mengaplikasikan sistem informasi rekam medik ini.

PERENCANAAN SYSTEM

Tujuan Perancangan system

Membantu dokter untuk meningkatkan layanan terhadap masyarakat

Membantu dokter untuk memanage administrasi rekam medik pasien melalui tehnologi informasi.

Membantu Dokter untuk meminimalisasi ’paper’ di tempat prakteknya.

Menginventarisir jumlah obat di tempat praktek melalui modul inventory obat.

Membantu mengatur sistem keuangan di tempat praktek.

Menampilkan report bulanan secara informatif bagi kepentingan pengambilan keputusan untuk pengembangan pelayanan terhadap masyarakat.

Mengganti kertas-kertas dan kartu pasien yang berserakan dengan hanya sebuah harddisk atau flashdisk yang dapat di bawa kemana-mana.

Perencanaan strategi

Kami membagi kerja sama dalam Implementasi system ini melalui dua cara :

Dokter yang membutuhkan system ini dapat membelinya secara langsung dengan harga yang sudah kami tawarkan.

Dokter yang membutuhkan system ini dapat bekerja sama dengan kami untuk mengimplementasikannya dengan cara bagi hasil yang di ambil dari transaksi per pasien.

Taktik Implementasi

a.  Pembelian sistem ini secara langsung kami sediakan fasilitas sebagai

berikut :

    Software dan Hardware ditawarkan dalam bentuk 1 paket siap pakai.

    Training gratis bagi pemakai ( dokter , receptionist dsb ) .

    Layanan purna jual ( garansi ) 3 bulan untuk hardware.

    Layanan purna jual ( garansi ) lifetime untuk hardware.

    Maintenance dilakukan by case , setiap ada kasus kerusakan atau crash dapat menghubungi kami melalui telepon.

    b.  Pengimplementasian system dengan cara sewa :

      Software dan hardware kami sediakan dengan sistem sewa (kontrak minimal 3 tahun).

      Sistem sewa adalah pengimplementasian system kami di bayar dari transaksi per pasien.

      Garansi hardware, software menjadi tanggung jawab kami karena semua property tetap menjadi milik kami.

      Pengidentifikasian sistem

      Sistem yang akan di bangun mempunyai kriteria sebagai berikut :

      Mempunyai modul sebagai berikut :

      o Profile Dokter praktek

      § Profile Dokter

      § Profil tempat praktek

      o Modul Pendaftaran Pasien

      § Entry data pasien ( receptionist )

      § Perubahan data Pasien

      § Penambahan data Pasien

      § Hapus data pasien

      o Modul Pemeriksaan Pasien

      § Input hasil diagnosis penyakit

      § Input rujukan ke RS / Lab

      § Input hasil rujukan

      § Input Resep obat.

      § Input biaya pembayaran berobat pasien

      § Input biaya obat pasien

      o Modul inventory obat

      § Input data obat masuk

      § Input data obat keluar

      § Input data harga obat

      o Modul Keuangan

      § Input uang masuk

      · Uang penjualan Obat

      · Uang Biaya berobat pasien

      § Input uang keluar

      o Modul Pelaporan

      § Tampilkan dan cetak Data dan riwayat kesehatan pasien

      § Tampilkan dan cetak data berdasar jenis penyakit

      § Tampilkan dan cetak data berdasar umur pasien

      § Tampilkan dan cetak data bulanan ( Total report )

      § Tampilkan dan cetak data stock obat

      § Tampilkan dan cetak data uang masuk

      § Tampilkan dan cetak data uang keluar

      § Tampilkan dan cetak data jumlah rujukan ke RS / Lab

      § Tampilkan dan cetak data jumlah hasil rujukan

      § Tampilkan dan cetak resep obat yang keluar

      § Tampilkan dan cetak biaya pembayaran berobat pasien ( Total )

      § Tampilkan dan cetak biaya obat pasien ( Total ).

      Sistem secara keseluruhan hanya dapat diinput, di ubah, dan di cetak ( baik berupa file maupun berupa lembaran kerja ( kertas ) oleh Dokter yang bersangkutan, sehingga semua data pasien, data keuangan , stock dan harga obat semua menjadi rahasia dan menjadi kewenangan dokter.

      Receptionist / Petugas jaga hanya memasukan data pasien baru dan mengatur antrian pasien.

      Advertisements

      SUSUNAN KEMENTRIAN KABINET 2009-2014

      Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malam tadi mengumumkan secara resmi susunan kabinet 2009-2014. Berikut nama para menteri.

      1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto
      2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
      3. Menko Kesra: Agung Laksono
      4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
      5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
      6. Menteri Luar Negeri:Marty Natalegawa
      7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
      8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
      9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
      10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Saleh
      11. Menteri Perindustrian: M.S Hidayat
      12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
      13. Menteri Pertanian: Suswono

      14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan

      15. Menteri Perhubungan: Fredy Numberi
      16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
      17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
      18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
      19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Setyaningsih
      20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
      21. Menteri Sosial: Salim Segaf al Jufrie

      22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
      23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
      24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
      25. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
      26. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan
      27. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Gusti Muhammad Hatta,
      28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar,
      29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara: EE Mangindaan,
      30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini
      31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas:  Prof. Armida Alisjahbana
      32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Mustafa Abubakar
      33. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
      34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng