Software License

Pembahasan topik lisensi software dapat menjadi satu buku tersendiri. Pada bagian ini akan diulas secara singkat permasalahan yang terkait dengan lisensi software.
Software tersimpan dalam bentuk bilangan biner (“1” dan “0”) sehingga
dapat diduplikasi dengan mudah dan murah. Proses duplikasi dapat
dilakukan secara fisik – melalui disket, CD-ROM, DVD, dan flash disk –
atau melalui jaringan – melalui ftp, web, torrent. Yang disebut softwarenya
itu sendiri adalah isinya (yang berbentuk bilangan biner tersebut), lepas dari medianya. Yang dibeli adalah softwarenya. Maka bentuk ekonomisnya
adalah lisensi.
Sejarahnya, software tidak dijual terpisah dari perangkat keras. Biasanya
software di-bundled dengan perangkat keras yang mahal harganya, seperti
mainframe. Software pada saat itu lebih banyak dikembangkan oleh peneliti dan tukang utak-atik saja. Lisensi software sifatnya public domain.
Kemudian komputer pribadi mulai muncul. Mulai muncul software yang
dapat dipakai dahulu, jika suka maka mengirimkan uang untuk registrasi,
yang biasanya berkisar antara $5 sampai dengan $25. Lisensi seperti ini
disebut shareware. Software-software games mulai menggunakan lisensi
shareware tersebut. Games dapat diambil dari berbagai BBS (Bulletin
Board System) dan dicoba dahulu sebelum dibayar.
Kemudian komputer ukuran kecil mulai banyak digunakan di perusahaan,
maka muncul lisensi yang bersifat komersial. Microsoft merupakan salah
satu pionir dalam lisensi komersial ini.
Lisensi yang ada kemudian dianggap kurang cocok dengan kebutuhan yang
ada. Dalam perjalanannya muncul beberapa jenis lisensi baru seperti
misalnya GNU Public License (GPL), BSD, Apache, dan seterusnya

Free Software Movement

Software berbayar tadinya tidak terlalu bermasalah. Akan tetapi dalam
perjalanannya, seorang pengguna menjadi sangat bergantung kepada
pembuat software. Jika ada sesuatu yang tidak jalan atau ada kesalahan
(bugs, errors) maka sang pengguna harus menunggu sampai dibetulkan oleh vendor. Bahkan kadang-kadang vendor menerapkan biaya untuk perbaikan atau update ini. Sungguh lebih nyaman jika source code dari software tersedia.
Ide untuk membuat free software muncul dari Richard Stallman ketika dia
berada di MIT. Dia merasa bahwa software itu seharusnya free. Kata “free”
dalam Bahasa Inggris memiliki arti ganda, yaitu “freedom” (bebas) dan
“free” dalam artian gratis. Richard Stallman lebih memfokuskan kepada
makna yang pertama, bebas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: