100 Ribu Foto Bugil Anak Tersebar di Facebook

Febrina Ayu Scottiati – detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Ian Green, seorang pemimpin kelompok sindikat pornografi anak internasional akhirnya dijebloskan ke penjara setelah ia didakwa telah menyebarkan lebih dari 100.000 foto bugil anak di situs jejaring sosial Facebook.

Pria berusia 45 tahun itu mengaku dinyatakan bersalah atas serangkaian kejahatan terkait pembuatan, kepemilikan dan pendistribusian gambar pornografi anak di depan pengadilan Chichester Crown, Inggris.

“Ini adalah gambar-gambar yang tidak bisa dimaafkan. Anak-anak di gambar ini telah dilecehkan hanya untuk memuaskan hasrat seksual seseorang,” geram Hakim Harles Byers yang menangani kasus tersebut.

Menurut Byers, aksi tak terpuji Green dengan pengguna lain yang berbagi gambar vulgar itu telah mengeksploitasi anak-anak dengan cara paling buruk. Di pengadilan, Green mengakui telah menggunakan 11 akun Facebook yang berbeda untuk mendistribusi gambar dan video porno anak.

Tak hanya melalui Facebook, Green rupanya juga memanfaatkan layanan email untuk menyebarkan foto dimana sebanyak 724 foto yang disebar dianggap foto porno anak paling kejam.

Investigasi yang melibatkan jaringan internasional ini dimulai ketika kepolisian Australia menemukan sejumlah akun yang berisi gambar tidak senonoh yang mengarah ke satu pemilik akun Facebook di Inggris. Penyidik kemudian menemukan Green sebagai seorang pengangguran yang bisa mengakses grup-grup online yang menyimpan foto dan video ekstrim pornografi anak tersebut.

Saat polisi menggerebek rumahnya, mereka menemukan dua komputer dan sejumlah hardisk, CD-rom dan beberapa foto yang telah dicetak. Seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Jumat (27/6/2010), kumpulan foto dan video bugil anak sebesar 3 GB ditemukan di komputer Green.

Advertisements

Facebook Dituduh Longgarkan Pornografi Anak

Febrina Ayu Scottiati – detikinet


Ilustra

Jakarta – Laporan yang menyebutkan bahwa lebih dari 100 ribu foto bugil anak-anak sudah tersebar di Facebook pastinya sangat mengagetkan banyak pihak. Situs jejaring sosial itu pun dituding gagal membangun sistem keamanan yang steril.

Salah satu yang mengecam Facebook adalah Australian Federal Police (AFP). Mereka ‘menyerang’ situs besutan Mark Zuckerberg itu karena dianggap gagal mengungkapkan kegiatan sindikat pornografi anak internasional di tempatnya.

Facebook juga dituduh telah mengabaikan laporan dari salah satu penggunanya yang memiliki keterkaitan dengan pornografi anak. Walau akun-akun Facebook yang diduga termasuk sindikat tersebut telah dihapus, namun kepolisian Australia masih menganggap tindakan Facebook masih kurang.

Satuan tugas polisi yang dinamai Project Ocean ini didirikan oleh AFP dengan melibatkan FBI (Federal Bureau of Investigation) dan pihak berwenang di Britania, Kanada, Jerman, Afrika Selatan dan Swiss.

Sejauh ini sudah ada 11 orang yang ditangkap, termasuk tiga di antaranya adalah warga Australia. Semuanya dituduh telah membuat akun Facebook dengan menggunakan identitas palsu untuk mendistribusi dan menampilkan gambar-gambar pornografi anak.

Seperti dikutip detikINET dari The Australian, Senin (30/8/2010), awalnya pihak kepolisian Autralia terkejut dengan laporan salah satu warga Australia yang dimintai keterangan.

Ia mengungkapkan telah mengirim sepuluh pesan ke Facebook mengenai sindikat pornografi anak, namun perusahaan Mark Zuckerberg itu tidak menyampaikan informasi tersebut kepada polisi.

Awas, Program Jahat Nebeng Pembobolan PlayStation 3

Wicak Hidayat – detikinet


ilustrasi (ist.)

Jakarta – PSJailbreak, perangkat yang digunakan untuk ‘membobol’ PlayStation 3, memang mirip USB Flashdisk. Selain bentuknya yang kecil, alat ini juga dicolokkan melalui port USB pada konsol game itu.

Memanfaatkan kemiripan itu, muncul pihak-pihak tertentu yang menawarkan download software untuk mengubah USB Flashdisk jadi PSJailbreak. Menurut pihak tak bertanggungjawab itu, cukup dengan men-download dan menjalankan program tertentu, sebuah USB Flashdisk biasa bisa diubah jadi pembobol PlayStation 3.

Tentunya, klaim itu hanya bohong belaka. F-Secure, lewat blog resminya yang dikutip detikINET, Senin (23/8/2010), mengidentifikasi program itu sebagai sebuah Trojan.

Trojan bernama W32/Agent.DLEN itu akan membuka kelemahan pada PC korban. Akibatnya, akan muncul ‘pintu belakang’ yang sewaktu-waktu bisa dimasuki oleh program jahat lainnya.

Malware Bikin Pesawat Jatuh?

Wicak Hidayat – detikinet


Sisa Kecelakaan (dok. reuters)

Jakarta – Sebuah program jahat jenis Trojan diketahui sempat menginfeksi sistem komputer di bandara Barajas-Madrid. Ditakutkan, program jahat itu turut menyebabkan jatuhnya pesawat Spanair 5022 yang menyebabkan korban tewas.

Dikutip detikINET dari TechDaily, Selasa (24/8/2010), adanya malware alias program jahat itu diketahui dalam penyelidikan atas kecelakaan pesawat udara Spanair 5022 pada 2008. Kecelakaan itu menewaskan 154 penumpangnya, termasuk seorang Warga Negara Indonesia.

Dalam kecelakaan itu, pesawat gagal take-off di bandara Barajas International Airport di Madrid, Spanyol. Kegagalan terjadi karena flap dan slat pesawat belum mengembang namun tak ada peringatan bahwa hal itu terjadi.

Komputer yang terinfeksi malware itu dikatakan memiliki fungsi untuk mendeteksi masalah pada pesawat dan memberikan peringatan. Jika saja tidak terkena malware, dan berhenti operasi, komputer itu harusnya bisa mencegah Spanair 5022 melakukan lepas landas.

Namun hal ini masih hasil penyelidikan awal. Belum diketahui apakah infeksi malware menjadi faktor kritis dalam kecelakaan tersebut atau bukan, karena penyelidikan masih berlangsung.

Jamz Yaneeza, peneliti keamanan dari Trend Micro, menduga malware itu masuk melalui beberapa cara. Salah satu yang paling mungkin adalah melalui USB Flashdisk yang terinfeksi.

Negara Mana yang Internetnya Paling Aman?

Febrina Ayu Scottiati – detikinet

Ilustrasi (unesco)

Jakarta – Ingin tahu negara mana yang paling aman akses internetnya? Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan keamanan AVG menemukan fakta bahwa tujuh dari sepuluh negara teraman berada di negara Afrika.

Para peneliti mengumpulkan daftar berdasarkan berapa banyak serangan program jahat (malware) di setiap negara. Mereka menggunakan data dari 127 juta komputer di 144 negara untuk menentukan tingkat insiden serangan tersebut.

Dari data itu, para peneliti mendapuk negara Sierra Leone menjadi negara teraman dalam hal akses internetnya. Rata-rata tingkat serangan di negara itu
adalah satu serangan untuk setiap 692 pengguna internet. Sementara Nigeria menempati posisi kedua dengan satu serangan setiap 442 pengguna internet
yang sedang online.

Sierra Leone menjadi negara teraman karena dilihat dari rendahnya tingkat pengguna internet di negara Afrika Barat itu. Dikutip detikINET dari situs AVG,
Senin (30/8/2010), meskipun penetrasi broadband dan penggunaan internet di negara-negara Afrika rendah, namun hal itu justru membuatnya menjadi tempat yang paling aman.

Sementara kawasan Kaukasus dianggap menjadi wilayah yang paling rentan terhadap serangan online. Adapun Turki, Rusia, Armenia dan Azerbaijan dianggap memiliki tingkat risiko tertinggi atas serangan virus dan malware.

Amerika Serikat sendiri menempati urutan ke sembilan dengan satu serangan setiap 48 peselancar internet dan Inggris berada di posisi 30 dengan satu serangan setiap 63 peselancar internet.

Berikut daftar 10 negara yang paling berisiko terhadap serangan malware:

1. Turki (1:10)
2. Rusia (1:15)
3. Armenia (1:24)
4. Azerbaijan (1:39)
5. Bangladesh (1:24)
6. Laos (1:39)
7. Vietnam (1:42)
8 Portugal (1:43)
9. Amerika Serikat (1:48)
10. Ukraine dan Pakistan (1:48)

iPhone 4 Permudah Kelahiran iPorn

Febrina Ayu Scottiati – detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – FaceTime merupakan salah satu fitur unggulan di iPhone 4 yang paling dinanti pengguna. Hanya saja, kecanggihan teknologi ini dimanfaatkan penggiat industri porno untuk membuat layanan mesum iPorn.

Dengan memanfaatkan fitur percakapan video milik iPhone 4 tersebut, penggiat industri porno mengaku telah menyiapkan sejumlah model panas untuk memberikan layanan plus-plus via video chat kepada pengguna.

“Kami telah menyiapkan ini sejak iPhone 4 dirilis,” ujar juru bicara perusahaan Pink Visual, Quentin Boyer yang memproduksi hal-hal berbau porno. “Kami hanya memberikan apa yang pelanggan inginkan,” kilahnya.

Apple memang telah lama mendeklarasikan produknya bebas konten porno dengan cara memblokir pengguna untuk mengunduh aplikasi porno. Namun para penggiat industri porno tak mau diam saja. Mereka pun berlomba mencari akal untuk menghadirkan konten mesum ke dalam ponsel canggih itu.

“Ponsel dilengkapi dengan web browser dan Apple tidak dapat menghentikan orang untuk berkunjung ke situs dewasa,” tukas Boyer. Meski kehadiran layanan kontroversial menuai protes, namun tetap saja ada pemilik iPhone yang justru menyambut baik layanan esek-esek itu.

“Saya bosan, tidak bisa tidur dan ingin ‘bermain’. Saya punya iPhone 4 dan sedang berpikir untuk melakukannya dengan FaceTime,” tulis sebuah pengguna di
situs pencari Craiglist. Sementara Brian Stone, pria 23 tahun mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi Apple untuk memblokir konten porno dari ponselnya.

Dikutip detikINET dari nydailynews, Selasa (3/8/2010), Boyer mematok harga sekitar US$ 5 – US$ 6 per menit untuk layanan seks para modelnya di FaceTime.

“Anda bisa melihat bagian wajah atau bagian tubuh lainnya, namun tidak bisa semua sekaligus,” ujar bintang porno Teagan Presley. “Kebanyakan para pelanggan
menginginkan semuanya terlihat, namun itu sangat sulit untuk memegang ponsel,” tandasnya.

FaceTime sendiri adalah sebuah fitur percakapan video milik iPhone 4 yang memanfaatkan jaringan Wi-Fi. Aplikasi ini meminjam nama dari sebuah perusahaan keamanan jejaring sosial bernama FaceTime.
( feb / ash )

BlackBerry Dituding Berbahaya, Apa Pembelaan RIM?

Ardhi Suryadhi – detikinet


BlackBerry (Ist.)

Jakarta – Layanan BlackBerry dituding berbahaya bagi keamanan nasional sehingga membuat Uni Emirat Arab dan Arab Saudi segera memblokir sejumlah layanan di ponsel pintar itu. Mendapati kenyataan yang tidak mengenakkan ini, lalu apa tanggapan Research In Motion (RIM)?Dalam keterangan resminya, RIM tentu saja menolak dengan tegas tudingan tidak aman yang dialamatkan terhadap produk dan layanannya tersebut.  Vendor yang sudah beroperasi di lebih dari 175 negara ini mengatakan bahwa pihaknya telah menyediakan arsitektur keamanan yang diterima secara luas oleh pemerintah dan pelanggan di seluruh dunia yang menyadari akan pentingnya keamanan.”RIM menghormati baik persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah dan juga kebutuhan keamanan dan privasi dari perusahaan-perusahaan dan konsumen. RIM pun tidak mengungkapkan diskusi dengan pemerintah mengenai peraturan yang bersifat rahasia,” tukas RIM dalam keterangannya kepada detikINET, Selasa (3/8/2010).RIM menandaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan produk-produk yang inovatif dengan keamanan yang tinggi untuk dapat memenuhi kebutuhan para konsumen dan pemerintah.Pembelaan RIM ini tentu saja berseberangan dengan tudingan yang dilontarkan Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi. Sebab sebelumnya, menurut Badan Regulasi Telekomunikasi UEA (TRA), kurangnya compliance dari layanan BlackBerry RIM akan regulasi setempat, bisa mengancam yudisial, sosial, dan keamanan nasional bangsa Arab.Tak ayal dua negara berpengaruh di Timur Tengah itu akhirnya mengumumkan pemblokiran sejumlah fitur layanan BlackBerry di negaranya dengan alasan keamanan nasional.Sejumlah fitur yang diblokir UEA antara lain: email, internet, dan instant messaging ke sesama pengguna handset BlackBerry. Sedangkan Arab Saudi memblokir seluruh layanan pesan instan di BlackBerry.Kedua negara ini mengaku kecewa karena tak bisa memonitor komunikasi yang lalu-lalang lewat BlackBerry. Sebab, handset ini menyalurkan data enkripsinya secara otomatis ke server komputer di luar kedua negara itu.UEA sendiri akan mulai memblokir fitur layanan tersebut mulai Oktober 2010. Sedangkan Arab Saudi bakal menerapkan larangannya akhir Agustus ini.Abdulrahman Mazi, salah satu petinggi dewan dari operator BUMN Saudi Telecom mengakui, keputusan ini sebagai salah satu cara untuk menekan RIM agar mau merilis data komunikasi pengguna jika suatu saat dibutuhkan.Di Indonesia sendiri, menurut Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi, pemblokiran layanan BlackBerry bukan tidak mungkin dilakukan. Apalagi jika perusahaan asal Kanada itu keukeuh dengan sikapnya yang enggan untuk membangun server di Tanah Air. “Concern beberapa negara soal keamanan internet dan email BlackBerry sama dengan Indonesia. Jadi bukan tidak mungkin kalau BlackBerry tidak buka server di sini, juga sama nasibnya (diblokir-red.),” tegas Heru. ( ash / fw )