Zettabyte Segera Gantikan Petabyte

Selasa, 04/05/2010 16:02 WIB

Rachmatunnisa – detikinet


ilustrasi (ist)

Jakarta – Beberapa tahun lagi, kapasitas penyimpanan data digital diyakini akan membengkak dan menciptakan satu istilah yang saat ini mungkin masih terdengar aneh, yaitu zettabyte.

Hal tersebut dipicu oleh meledaknya penggunaan internet ditambah kian banyaknya pemerintah dan perusahaan yang ingin menyimpan lebih banyak data.

Riset terbaru menyebutkan, kapasitas penyimpanan data digital mengalami pertumbuhan sebesar 62 persen di tahun lalu, yaitu mencapai hingga 800.000 petabyte. Untuk diketahui, petabyte adalah ukuran kapasitas data yang setara dengan satu juta gigabyte, atau jika diubah ke dalam bentuk zettabyte yaitu 0,8 zettabyte.

Besaran kapasitas ini sebanding dengan semua data yang tersimpan dalam 75 miliar unit iPad Apple, atau setara dengan jumlah tweet yang diposting seluruh penduduk bumi di abad ini. Demikian keterangan yang dikutip detikINET dari Guardian, Selasa (4/5/2010).

Para ahli memperkirakan, apabila seluruh bahasa yang digunakan manusia setiap harinya disimpan dalam bentuk digital, maka akan memerlukan ruang penyimpanan berkapasitas 5.000 petabyte.

Survei keempat kalinya mengenai kapasitas digital di seluruh dunia yang diadakan oleh konsultan teknologi IDC menyebutkan bahwa mulai tahun ini, konten digital di seluruh bumi akan melesat ke ukuran zettabyte, mencapai angka 1,2 zettabyte.

Riset IDC yang didanai oleh perusahaan tenologi asal Inggris EMC ini memberikan gambaran, ukuran zettabyte adalah jutaan kali dari jumlah keseluruhan koleksi pustaka di semua perpustakaan yang ada di Amerika Serikat.

“Jika dulu orang dibatasi kapasitas penyimpanan saat akan mengambil foto, dengan pertumbuhan pesat di bidang video dan fotografi digital kini mereka bisa mengabadikan dan menyimpan lebih banyak foto dan menyimpannya di web,” kata VP EMC Inggris Adrian McDonald memberikan contoh.

“Itu artinya, jumlah perangkat dimana data dapat dihasilkan dan disimpan juga akan terus meningkat,” tambahnya.

Maka sebagai akibatnya, menurut McDonald, tak heran jika selama dekade berikutnya jumlah data digital pun akan terus meningkat pesat.

“Kemungkinan kita akan memerlukan lebih banyak istilah yang menandakan jumlah kapasitas di atas ukuran zettabyte,” tandasnya.
( ash / ash )

Biznet Tingkatkan Pertumbuhan dengan SAP Business One

Selasa, 04/05/2010 16:07 WIB

Advertorial – detikinet

Jakarta – PT SAP Indonesia mengumumkan bahwa solusi SAP Business One telah secara resmi diimplementasikan di Biznet Networks (www.biznetnetworks.com) yang merupakan penyedia layanan jaringan terkemuka di Indonesia. Biznet berfokus pada market korporat dan telah menyediakan layanan premium dengan performa jaringan yang cepat dan handal.

“Melihat kondisi perusahaan yang berkembang pesat, kami memerlukan suatu sistem aplikasi yang terintegrasi dan solid serta dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan perusahaan. Selain itu, sistem tersebut juga harus mudah digunakan, dengan harga terjangkau, dan dapat dikembangkan seiring dengan berjalannya perusahaan,” kata Edric Kurniadi, VP Finance & Accounting Biznet.

Sebelum tahun 2006, Biznet masih menggunakan software yang dikembangkan sendiri yaitu software billing dan accounting dengan dua database yang terpisah sehingga pemrosesan data menjadi kurang akurat karena harus menggabungkan dua database tersebut. Waktu untuk pembuatan laporan keuangan juga menjadi agak lama karena proses penggabungan tersebut.

Hal tersebut menyebabkan perusahaan kurang dapat membuat keputusan secara cepat dan operasional perusahaan tidak berjalan secara optimal. Untuk memecahkan masalah tersebut, maka Biznet mulai mencari solusi perangkat lunak yang cocok untuk membantu kegiatan bisnisnya.

Proses implementasi solusi SAP Business One di Biznet dilakukan oleh PT Berlian Sistem Informasi yang merupakan salah satu mitra lokal SAP Business One yang terkemuka di Indonesia. Proses implementasi tersebut memakan waktu selama beberapa bulan saja.

Biznet melihat bahwa SAP Business One merupakan solusi yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan bisnisnya, dimana solusi SAP Business One khusus dirancang oleh SAP bagi perusahaan yang ingin memperoleh hasil yang cepat, mudah untuk digunakan, dan didukung oleh brand terpercaya di dunia.

Selain itu, solusi tersebut membantu Biznet dalam mengefisiensikan  operasional perusahaan dan mendapatkan beberapa keuntungan, seperti proses laporan keuangan yang lebih cepat serta hasil yang lebih akurat.

Edric menjelaskan bahwa setelah menggunakan solusi SAP Business One, Biznet mendapatkan keuntungan-keuntungan seperti, proses bisnis yang terintegrasi, memberikan kemampuan pengolahan data dan kontrol yang maksimal, proses add-on dapat diterapkan dengan mudah pada sistem, penyelesaian laporan dapat dilakukan secara cepat serta akurasi data yang dapat diandalkan.

“Dengan tersedianya data yang akurat dan terpercaya, maka pihak manajemen kami dapat melakukan proses pengambilan keputusan dengan lebih cepat dan tepat. Selain itu, kami juga merasakan bahwa produktivitas karyawan kami meningkat karena proses pelaporan yang cepat melalui sistem SAP Business One ini,” jelas Edric.

Biznet juga mengakui bahwa dengan jumlah pelanggannya yang besar pada saat ini, kemampuan SAP Business One akan memungkinkan Biznet untuk bertransisi secara mulus ke platform ERP yang lebih besar dan lebih kompleks pada masa mendatang.

Untuk ke depannya, karena Biznet berfokus pada inovasi sebagai kunci dari pertumbuhan perusahaannya, maka mengimplementasikan SAP Business One adalah strategi Biznet untuk meningkatkan proses internal perusahaannya, dan hal tersebut sesuai dengan visi Biznet untuk melebarkan usahanya ke tingkat global

Cloud Computing Berpotensi Besar di Indonesia, Tapi Harus Aman

Senin, 03/05/2010 17:35 WIB

Advertorial – detikinet


Eko Indrajit (kaspersky)

Jakarta – Cloud Computing memiliki potensi besar sekali di Indonesia, demikian menurut Prof. Richardus Eko Indrajit dari ID-SIRTII dalam panel diskusi yang diselenggarakan oleh Kaspersky Lab, salah satu pemimpin dalam sekuriti di Internet, di Jakarta bulan ini.

Ada beberapa alasan, antara lain ada jutaan UKM di Indonesia. Para UKM ini tidak memiliki sumber daya yang mencukupi untuk membeli, memelihara dan mengamankan sistem informasi mereka sendiri. Dengan Cloud Computing, mereka cukup menyewa layanan dari penyedia di Cloud.

Pendekatan ini menghilangkan kebutuhan akan Capital Expenditure (Capex), yaitu investasi awal yang sangat memberatkan UKM. Capex dikonversi menjadi Operational Expenditure (Opex) yang lebih mudah dikelola. Pada waktu yang sama, penyedia jasa Software as a Service (SaaS) yang tersedia di Cloud akan dapat menawarkan harga yang sangat rendah karena economies of scale. “Semakin banyak yang ikut menggunakan, semakin baik,” jelas Eko Indrajit.

Selain itu, menurut dia, Cloud Computing juga menarik, karena bisnis-bisnis tidak lagi perlu dipusingkan oleh kompleksitas teknologi. UKM dan juga korporat bisa mentransfer risiko mereka ke pihak ke tiga, yaitu penyedia jasa di Cloud Computing. Mereka juga tidak perlu memusingkan masalah teknologi yang kadaluwarsa sebelum Return on Investment (ROI) tercapai.

Namun, Cloud Computing juga membawa banyak risiko. Eko mengajukan sejumlah pertanyaan, seperti misalnya siapa yang berada di Cloud itu? Siapa yang mengelola para partisipan di Cloud? Siapa yang bertanggung jawab untuk masalah liability? Bagaimana aturan main di dalam Cloud, yang melibatkan beberapa pihak? Bagaimana model pengelolaan database dan informasi di Cloud?

Secara spesifik, calon pemakai jasa-jasa Cloud harus bertanya, bagaimana data mereka dilindungi? Bagaimana penyedia jasa mengatasi celah-celah ancaman (vulnerabilities)? Bagaimana masalah gempuran dan pengeksploitasian ditekan? Eko mengingatkan, sebuah rantai tidak lebih kuat dari mata rantai yang paling lemah. Oleh sebab itu, Security di Cloud adalah security semua pemakai jasa Cloud.

Pada saat yang bersamaan, Magnus Kalkuhl, Senior Virus Analyst, Global Research and Analysis Team, Kaspersky Lab, mengatakan bahwa disadari atau tidak, kita semua telah menggunakan Cloud di banyak aktifitas keseharian kita, terutama mengirimkan dan menerima email dengan menggunakan Web mail.

Agar aman di Cloud, perusahaan harus benar-benar yakin bahwa penyedia jasa tidak hanya menjanjikan keamanan, tetapi juga harus membuktikannya.

Sementara semua orang begitu antusias tentang Cloud, mereka harus benar-benar memperhitungkan kemungkinan kegagalan di Cloud karena Cloud berada di Internet dan Internet bisa saja gagal. Apa yang dilakukan jika Internet mengalami kegagalan? “Apakah Anda mempunyai backup system atau Anda hanya menunggu hingga Internet membereskan lagi layanannya?” tantangnya.

Kebebasan untuk berpindah-pindah dari penyedia layanan yang satu ke yang lainnya juga sangat penting, karena pengguna memiliki kebebasan untuk beralih ke penyedia yang dipercaya. Jika penyedia layanan tidak handal, tidak dapat dipercaya dan memakan biaya tinggi ataupun sulit untuk melakukan perubahan, maka pengguna akan terperangkap dalam sistem yang tidak handal dan beresiko.

Magnus mengingatkan pentingnya faktor kepercayaan. “Orang membutuhkan tingkat kepercayaan khusus ketika mereka ingin menggunakan layanan yang ditawarkan oleh Cloud.” Itulah sebabnya sangat penting bagi pengguna perorangan atau perusahaan dalam menggunakan layanan yang terpercaya dari penyedia yang handal, terutama penyedia keamanan yang terpercaya.
( adv / adv )

Video Erotis ‘Beracun’ Coba Pikat Facebooker

Senin, 12/04/2010 14:53 WIB
Ardhi Suryadhi – detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Pengguna Facebook harus berhati-hati jika ada sebuah pesan yang mengiming-imingi link video erotis. Sebab bisa jadi itu adalah pancingan dari worm jahat Koobface yang berniat mengelabui calon korbannya.

Lembaga sekuriti keamanan ESET mengatakan bahwa worm tersebut beroperasi dengan menyebarkan pesan-pesan ke sejumlah inbox pengguna Facebook. Yang ditawarkan pesan ini memang cukup menarik sebagian orang, yakni link kamera tersembunyi yang bakal menampilkan video erotis.

“Padahal pesan ini hanyalah akal-akalan yang dikirim dari komputer yang juga sudah terinfeksi. Komputer yang sudah menjadi korban tersebut mengirim ke semua kontak yang mereka miliki dan mengirimkan link ke situs bertajuk ‘Video posted by Hidden Camera’ tersebut,” papar ESET dalam postingannya di blog dan dikutip detikINET, Senin (12/4/2010).

Kemudian, user yang termakan bujuk rayu pesan tersebut bakal diminta untuk men-download yang dikatakan sebagai video codec, agar bisa menonton video mesum yang dimaksud.

“Namun alih-alih men-download flash codec, yang ada program yang di-download tersebut adalah Koobface. Nah, jika program jahat tersebut lantas diinstal, maka sistem komputer pengguna akan terinfeksi,” lanjut ESET. ( ash / fyk )

Indonesia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Pakar Virus Dunia

Senin, 03/05/2010 18:18 WIB
Trisno Heriyanto – detikinet

Jakarta – Association of antiVirus Asia Researchers (AVAR), merupakan ajang rutin pertemuan para pakar bidang virus dan Malware yang digelar setiap tahunnya. Setelah sebelumnya diadakan diberbagai negara, untuk tahun ini Indonesia bakal kebagian jatah.AVAR adalah organisasi non profit komunitas pemerhati sekuriti khususnya antivirus untuk wilayah Asia Pasifik. Namun, karena perkembangan ekonomi dunia yang secara perlahan bergeser ke Asia Pasifik dimana negara-negara seperti China, India, Indonesia dan Rusia menjadi negara yang memiliki potensi perkembangan sangat besar. Maka secara de facto, AVAR sudah menjadi konferensi para pemerhati malware dunia.Walaupun Indonesia saat ini belum memiliki produk antivirus yang mampu unjuk gigi di tingkat regional, namun sebenarnya dalam sejarah perkembangan virus, Indonesia memiliki dasar yang kuat untuk menjadi salah satu pemain di kancah global. Atas dasar itulah AVAR mulai di gelar di Indonesia.Dalam konfrensi kali ini, AVAR bakal banyak membahas tentang acaman malware pada situs jejaring sosial, jaringan internet dan korporat, atupun ancaman malware di platform mobile.Melalui keterangan tertulis yang diterima detikINET, Senin (3/1/2010), untuk Indonesia konferensi AVAR bakal dipercayakan kepada vaksincom sebagai pengagas acara tersebut yang akan digelar di Bali pada 17-19 November 2010. ( eno / ash )

Pengguna Google Chrome Jadi Target Serangan Virus

Wicak Hidayat – detikinet


ilustrasi (ist.)

Jakarta – Hati-hati bagi mereka yang menggunakan browser Chrome dari Google. Sebuah virus yang dirancang khusus untuk menipu pengguna Google Chrome mulai merajalela.

Hal itu dilaporkan oleh perusahaan keamanan BitDefender, seperti dikutip detikINET, Selasa (20/4/2010). Dikatakan bahwa program jahat mulai muncul dengan menyamar sebagai extension untuk Google Chrome.

Modus serangan itu berawal dari sebuah email yang mengiklankan extension untuk Google Chrome. Extension palsu ini diklaim mampu ‘membantu organisasi dokumen yang diterima lewat email’.

Nah, email tersebut mengandung sebuah tautan ke halaman extension Google Chrome yang palsu. Halaman ini akan menaut ke file dengan akhiran .exe, bukannya .crx yang merupakan akhiran asli untuk extension Google Chrome.

Program jahat itu akan mengubah file Hosts dari Windows dan memblokir akses ke halaman Yahoo serta Google. Jika korbannya berusaha mengakses kedua situs populer itu, halaman yang muncul adalah halaman palsu.

Ribuan Komputer Lumpuh Gara-Gara Anti Virus McAfee

Fino Yurio Kristo – detikinet


ilustrasi (ist)

Washington – Bukannya melindungi, software anti virus McAfee malah melumpuhkan banyak komputer di seluruh dunia. Ya, sebuah update McAfeee bikin kekacauan karena membuat sistem operasi Windows XP crash atau berulangkali reboot.

Update tersebut sepertinya salah mengenali sebuah file penting di  sistem Windows sebagai virus. Akibatnya, gangguan terhadap sistem tak terhindarkan.

Dilansir Xinhua dan dikutip detikINET, Kamis (22/4/2010), update bersangkutan sempat tersedia sekitar 4 jam untuk konsumen korporat. Namun ketika gangguan tercium, pihak McAfee memblokir ketersediaan update itu.

Banyak institusi melaporkan terkena imbas kesalahan update ini. Lembaga Internet Storm Center yang memonitor masalah di dunia web mengklaim menerima laporan ribuan komputer terganggu dan berbagai organisasi harus menghentikan aktivitasnya.

McAfee pun melayangkan permintaan maaf pada konsumen yang terkena efeknya. Mereka langsung menyediakan udpate baru untuk memperbaiki komputer. Namun mereka menilai dampak insiden ini tidak terlalu signifikan.

“Kami yakin insiden ini hanya berimbas pada kurang dari 1 persen dari seluruh basis pelanggan kami secara global,” ujar McAfee. ( fyk / wsh )