Aturan Konten Siap Digugat ke Mahkamah Agung

Achmad Rouzni Noor II – detikinet


ilustrasi (inet)

Jakarta – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengancam akan melayangkan gugatan yudisial ke Mahkamah Agung jika Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia nantinya disahkan menjadi Peraturan Menteri.

“Kami akan mengajukan judicial review atas Permen tersebut jika disahkan,” kata Wakil Ketua Umum APJII, Sammy Pangerapan dalam jumpa pers bersama Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) dan ICT Watch di Sari Kuring, Jakarta, Kamis (18/2/2010).

APJII menilai Peraturan Menteri tentang Konten Multimedia dinilai bertentangan dengan UU Telekomunikasi No 36/1999 pasal 40 dan UU Informasi Transaksi Elektronik No 11/2008.

Menanggapi hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan siap jika nantinya gugatan itu jadi dilayangkan. “Tak jadi masalah buat kami, itu hak mereka,” ujar Kepala Pusat Informasi Kominfo Gatot S Dewa Broto.

Ancaman gugatan juga sempat dikeluarkan oleh sejumlah elemen masyarakat internet saat jumpa pers di Hotel Akmani, kemarin. Kementerian Kominfo diancam akan disomasi secara terbuka sebelum akhirnya digugat melalui Mahkamah Agung.

IMOCA: RPM Konten Berujung Pada Pungutan Baru

Ardhi Suryadhi – detikinet


sumber: facebook

Jakarta – Indonesia Mobile & Online Content Provider Association (IMOCA) mendukung pembatalan rencana peraturan menteri (RPM) konten multimedia. Aturan tersebut bahkan dinilai akan berujung pada pungutan baru bagi industri.

Tudingan ini berkaca dari pengalaman asosiasi konten tersebut dari kehadiran Permen 01/2009 tentang layanan SMS/MMS Premium. Dengan adanya aturan itu, penyedia konten diharuskan membayar BHP telekomunikasi 1% dari pendapatan kotor ditambah wacana pungutan USO (Universal Services Obligation) sebesar 0,75% yang juga dari pendapatan kotor.

Ketua IMOCA A. Haryawirasma menjelaskan, secara global RPM Konten Multimedia memiliki banyak kesamaan dengan Permen 01/2009 yang memaksakan bahwa pengembang konten juga menjadi penyelenggara jasa telekomunikasi.

“Ujung-ujungnya nanti, pasti mengarah ke pungutan BHP dan USO sehingga nanti jasa multimedia juga dipaksa bayar BHP 1% dari gross pendapatan dan USO sebesar 0,75% juga dari gross pendapatan. Sebab Kominfo pola pikirnya memang ingin mencari-cari tambahan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak),” sergah pria yang biasa disapa Rasmo ini.

Seakan ingin memanfaatkan suasana yang tengah keruh, IMOCA pun turut menuntut agar Kominfo juga mencabut Permen 01/2009. Padahal, mereka sebelumnya sudah menggugat ke pengadilan negeri Jakarta Pusat dan mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung.

Namun dalam sidang di pengadilan negeri Jakarta Pusat yang berlangsung hampir setahun, akhirnya dinyatakan bahwa hakim PN Jakarta Pusat tidak bisa menerima gugatan para anggota IMOCA karena pada saat yang sama IMOCA mengajukan judicial review ke MA.

“Kami duga Kominfo menyimpulkan mereka menang sehingga dengan gagah berani mengajukan RPM konten multimedia. Rupanya mereka salah terka, RPM konten multimedia ditolak masyarakat. Dan terbukti, bahwa peraturan-peraturan tersebut tidak pernah dikonsultasikan ke presiden. Kami yakin Permen 01/2009 juga tidak pernah dikonsultasikan ke presiden. Untuk itu kami minta dicabut,” pungkas Rasmo.

Menkominfo Siap Coret RPM Konten

Achmad Rouzni Noor II – detikinet


Tifatul Sembiring (rou/inet)

Jakarta – Menkominfo Tifatul Sembiring mengindikasikan tidak akan lanjut mengesahkan  Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia. Hal itu akan dilakukan jika isinya ternyata banyak bertentangan dengan kepentingan publik.

“Kalau isinya bertentangan (khususnya) dengan kebebasan pers akan kita coret. Begitu kata Tifatul,” ungkap staf khusus Menkominfo, Ahmad Mabruri kepada detikINET, Jumat (19/2/2010).

Tifatul sendiri sampai saat ini masih sulit ditemui dan dihubungi karena menurut staf lainnya, mantan Presiden PKS ini masih sibuk memimpin rapat seusai kepulangannya dari Swedia dan Barcelona dalam beberapa minggu ini.

“Saya baru balik dari Barcelona. Saya belum baca RPM itu,” kali ini masih kata Mabruri menirukan pernyataan Tifatul mengenai kisruh perdebatan RPM konten multimedia tersebut.

Tifatul sendiri saat ditemui detikINET beberapa minggu lalu di Padang, sebelum bertolak ke Swedia dan Barcelona, sempat mengaku belum pernah membaca draft RPM konten tersebut. “Soal RPM konten multimedia sudah di meja saya. Tetapi perlu dibaca lagi untuk diperiksa isinya. Saya belum sempat membacanya,” ujarnya waktu itu.

Tifatul pun menjelaskan, kalau regulasi tentang Konten Multimedia adalah lanjutan dari program Menkominfo sebelumnya. “Harus diingat, regulasi itu sudah digodok lama, sejak 2006. Jadi, ini sudah berjalan lama sebelum saya,” katanya.

Buntut dari kisruh mengenai rencana pengaturan konten multimedia ini sempat disinggung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum memulai rapat kabinet paripurna.

Dari situ, beredar kabar bahwa Tifatul kemudian menyalurkan kemarahannya pada segenap eselon I di Kementrian Kominfo atas maraknya kasus ini saat ia sedang bepergian ke Swedia dan Barcelona.

Namun, desas-desus amarah Menkominfo coba ditampik Mabruri selaku tangan kanannya dan Gatot S Dewa Broto selaku Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo. Keduanya menyatakan kabar kemarahan itu tidak benar.

9 Langkah Membersihkan Virus Yahoo Messenger

Ardhi Suryadhi – detikinet


Jebakan Virus YM (vaksincom)

Jakarta – Virus Yahoo Messenger dapat melakukan update layaknya program antivirus dengan mendownload beberapa file dari website yang telah ditentukan. Tak ayal, untuk menyingkirkannya pun terbilang sulit.

Simak 9 langkah untuk membersihkan virus paling ganas dan paling banyak mengganggu di awal tahun 2010 ini menurut analis virus dari Vaksincom, Adang Jauhar Taufik:

1. Putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan maupun internet

2. Ubah nama file [C:\Windws\system32\msvbvm60.dll] menjadi [xmsvbvm60.dll] untuk mencegah virus aktif kembali selama proses pembersihan.

3. Sebaiknya lakukan pembersihan dengan menggunakan Tools Windows Mini PE Live CD hal ini disebabkan untuk beberapa file induk dan file rootkit yang menyamar sebagai services dan drivers sulit untuk di hapus terlebih file ini akan disembunyikan oleh virus.

Kemudian booting komputer dengan menggunakan software Mini PE Live CD tersebut. Setelah itu hapus beberapa file iduk virus dengan cara:

a. Klik menu [Mini PE2XT]
b. Klik menu [Programs]
c. Klik menu [File Management]
d. Klik menu [Windows Explorer]
e. Kemudian hapus file berikut:
-. C:\Windows\System32
-. Wmi%xxx.exe, dimana xxx menunjukan karater acak (contohnya: wmispqd.exe, wmisrwt.exe, wmistpl.exe, atu wmisfpj.exe) dengan ukuran file yang berbeda-beda tergantung varian yang menginfeksi computer target.
-. %xxx%.exe@, dimana %xxx% menunjukan karakter acak (contoh: qxzv85.exe@) dengan ukuran yang berbeda-beda tergantung varian yang menginfeksi.
-. secupdat.dat
-. C:\Documents and Settings\%user%\%xx%.exe, dimana xx adalah karakter acak (contoh: rllx.exe) dengan ukuran file sekitar 6 kb atau 16 kb (tergantung varian yang menginfeksi).
-. C:\Windows\System32\drivers
-. Kernelx86.sys
-. %xx%.sys, dimana xx ini adalah karakter acak yang mempunyai ukuran sekitar 40 KB (contoh: mojbtjlt.sys atau cvxqvksf.sys)
-. Ndisvvan.sys
-. krndrv32.sys
-. C:\Documents and Settings\%user%\secupdat.dat
-. C:\Windows\INF
-. netsf.inf
-. netsf_m.inf

4. Hapus registry yang dubah dibuat oleh virus, dengan menggunakan “Avas! Registry Editor”, caranya:

a. Klik menu [Mini PE2XT]
b. Klik menu [Programs]
c. Klik menu [Registry Tools]
d. Klik [Avast! Registry Editor]
e. Jika muncul layar konfirmasi kelik tombol “Load…..”
f. Kemudain hapus registry:

ü  LOCAL_MACHINE_SOFTWARE\microsoft\windows\currentverson\run\\ctfmon.exe
ü  LOCAL_MACHINE_SYSTEM\ControlSet001\services\\kernelx86
ü  LOCAL_MACHINE_SYSTEM\CurrentControlSet\services\\kernelx86
ü  LOCAL_MACHINE_SYSTEM\CurrentControlSet\services\\passthru
ü  LOCAL_MACHINE_SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\\ctfmon.exe
ü  LOCAL_MACHINE_SOFTWARE\microsoft\windows nt\currentversion\winlogon
§  Ubah value pada string Userinit menjadi = userinit.exe,
ü  LOCAL_MACHINE_SOFTWARE\microsoft\windows nt\currentversion\winlogon
§   Ubah value pada string Shell menjadi = Explorer.exe
ü  LOCAL_MACHINE_SYSTEM\ControlSet001\services\\%xx%
ü  LOCAL_MACHINE_SYSTEM\CurrentControlSet\services\\%xx%
ü  LOCAL_MACHINE_SYSTEM\ControlSet002\Services\SharedAccess\Parameters\FirewallPolicy\DomainProfile\AuthorizedApplications\List\\C:\windows\system32\%file_induk_virus%.exe (contoh: wmistpl.exe)
ü  LOCAL_MACHINE_SYSTEM\ControlSet002\Services\SharedAccess\Parameters\FirewallPolicy\StandardProfile\AuthorizedApplications\List\\C:\windows\system32\%file_induk_virus%.exe (contoh: wmistpl.exe)

Catatan: %xx% menunjukan karakter acak, key ini dibuat untuk menjalankan file .SYS yang mempunyai ukuran sebesar 40 KB yang berada di direktori [C:\Windows\system32\drivers\]

5. Restart komputer, pulihkan sisa registry yang diubah oleh virus dengan copy script berikut pada program notepad kemudian simpan dengan nama repair.inf. Jalankan file tersebut dengan cara: klik kanan repair.inf | klik install

[Version]

Signature=”$Chicago$”

Provider=Vaksincom Oyee

[DefaultInstall]

AddReg=UnhookRegKey

DelReg=del

[UnhookRegKey]

HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”

HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”

HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”

HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”

HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,”regedit.exe “%1″”

HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, “Explorer.exe”

HKLM, software\microsoft\ole, EnableDCOM,0, “Y”

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Security Center,AntiVirusDisableNotify,0x00010001,0

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Security Center,FirewallDisableNotify,0x00010001,0

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Security Center,AntiVirusOverride,0x00010001,0

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Security Center,FirewallOverride,0x00010001,0

HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Control\Lsa, restrictanonymous, 0x00010001,0

HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Control\Lsa, restrictanonymous, 0x00010001,0

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Lsa, restrictanonymous, 0x00010001,0

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\SuperHidden, CheckedValue,0x00010001,0

SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\SuperHidden, DefaultValue,0x00010001,0

SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\SuperHidden, UncheckedValue,0x00010001,1

[del]

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System,DisableRegistryTools

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System,DisableCMD

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer,NoFolderOptions

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run,ctfmon.exe

HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Services\kernelx86

HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Services\kernelx86

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\kernelx86

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\mojbtjlt

HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Services\mojbtjlt

HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Services\mojbtjlt

HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Services\Passthru

HKLM, SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows NT\SystemRestore

HKLM, SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows\WindowsUpdate, DoNotAllowXPSP2

HKLM, SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows\WindowsUpdate

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\ctfmon.exe

6. Fix registry Windows untuk mengembalikan agar komputer dapat booting “safe mode with command prompt” dengan download file FixSafeBoot.reg (Windows XP) di alamat berikut kemudian jalankan file tersebut dengan cara:

o Klik menu [Start]
o Klik [Run]
o Ketik REGEDIT.EXE kemudian klik tombol [OK]
o Pada layar “Registry Editor”, klik menu [File | Import]
o Tentukan file .REG yang baru anda buat
o Klik tombol [Open]

7. Hapus file temporary dan temporary internet file. Silahkan gunakan tools ATF-Cleaner. Download tools tersebut di sini.

8. Restore kembali host file Windows yang telah di ubah oleh virus. Anda dapat menggunakan tools Hoster, silahkan download di alamat berikut.

Klik tombol [Restore MS Host File], untuk merestore file hosts Windows tersebut.

9. Untuk pembersihan optimal dan mencegah infeksi ulang, scan dengan antivirus yang up-to-date dan sudah dapat mendeteksi virus ini. ( ash / faw )

6 Kiat Menghalau Pembobolan Rekening

Ardhi Suryadhi – detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Teknologi yang digunakan para penjahat cyber semakin lama juga semakin canggih. Tak ayal, pihak perbankan pun harus memiliki sistem keamanan yang kuat untuk menghadangnya.

Meski demikian, untuk terhindar dari tindak kriminal ini juga diperlukan peran aktif nasabah. Simak 6 kiat untuk menghalau aksi pembobolan rekening ini menurut M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII):

1. Gunakan hanya kartu chip, kalau bank Anda belum memberikan kartu chip, Anda harus minta ganti dan jangan menggunakan untuk transaksi sebelum diganti. Aturan Bank Indonesia (BI) yang baru, sejak Januari 2010 kartu yang resmi dan boleh digunakan hanya kartu jenis chip.

“Cuma saya belum konfirmasi apakah aturan ini untuk kartu kredit saja atau juga untuk kartu atm? Seharusnya semua kartu yang diterbitkan perbankan. kalau di luar negeri, mesin ATM sudah tidak mau menerima kartu non-chip,” papar Didin, panggilannya.

2. Lindungi kode 3 angka (CVV2) di belakang kartu Anda.
Kecuali untuk otorisasi transaksi online, kode itu tidak akan pernah digunakan untuk transaksi konvensional di mesin ATM, atau di counter EDC merchant. Tutup 3 angka di belakang kartu itu dengan sticker, cellotape apa saja yang tidak transparan

3. Ubah PIN Anda sesering mungkin. Parameternya sederhana, ketika Anda cukur rambut, ganti kaos kaki (karena mulai bau), atau ganti sikat gigi (karena sudah mulai kusut) atau setiap kali cek angin ban kendaraan, itulah saatnya mengganti PIN kartu ATM Anda. Misalnya di pom bensin, biasanya sekarang ada mesin ATM, Anda bisa mengganti PIN ketika sedang transaksi pembelian BBM.

“Itu serius, musuh utama masalah keamanan adalah behaviour manusia itu sendiri, kebiasaan, kelakuan, sebagian besar pembobolan terjadi akibat dari eksploitasi terhadap kelemahan sosial, makanya disebut social engineering,” tukasnya.

4. Jangan pernah memberikan informasi pin dan data pribadi
yang biasa digunakan untuk otorisasi perbankan kepada siapapun dengan alasan apapun termasuk pada customer service bank, seperti misalnya nama gadis ibu kandung dan lainnya. Kecuali memang yakin bahwa itu prosedur yang harus dilalui. Sebab sekarang banyak sekali pihak ketiga (misalnya perusahaan asuransi) dengan alasan kerja sama dengan pihak bank penerbit kartu, menawarkan produknya secara telemarketing dan Anda diminta memberikan informasi pribadi ini.

“Sialnya apabila ternyata itu bukan dari telemarketing tetapi dari sindikat pelaku fraud, Anda tidak pernah tahu dan tidak bisa melakukan kros cek dalam situasi ini,” lanjut Didin.

5. Berhati-hati apabila menerima tawaran dari telemarketing
seperti itu, karena biasanya persetujuan yang anda berikan akan diterjemahkan sebagai kesediaan untuk melakukan auto ebet terhadap account anda. Ini berbahaya, lebih baik bila kurang yakin, Anda meminta waktu untuk melakukan konfirmasi kepada bank penerbit apakah benar pihak bank punya kerjasama dengan pihak telemarketing tersebut dan bagaimana aturan main serta risikonya.

“Atau sekalian saja Anda selalu menolak tawaran itu atau cukup tahu nama produk dan siapa penyelenggaranya selanjutnya sebenarnya Anda sendiri bila tertarik bisa insiatif jadi yang balik menghubungi penyelenggara jasa itu dan meminta untuk dilayani. Cara ini lebih aman, walau membutuhkan partisipasi aktif Anda,” kata Didin.

6. Awasi terus keberadaan kartu Anda ketika berada di counter merchant,
jangan biarkan kartu itu dibawa kemana-mana dan digesek ke mesin yang berbeda berkali-kali. Lebih baik Anda membatalkan transaksi dan tidak usah menandatangani apapun dan laporkan ke bank penerbit apabila curiga dengan kondisi di suatu counter merchant.

Awasi juga kondisi mesin EDC, apakah nampak ada perangkat tambahan atau sambungan kabel tambahan yang mencurigakan. Tapi ini perlu pemahaman teknis, pengguna awam biasanya tentu akan sulit membedakan.

Kita mesti ingat, begitu kita gesek kartu itu, maka semua informasi penting akan tercatat oleh mesin EDC dan sebagian bahkan di print out. Seperti nama, nomor kartu dan tanggal masa berlaku (kadang kala tanggal mulai menggunakan).

Seseorang tidak perlu punya ingatan super untuk menghapal deretan kode angka yang tertera di kartu. Kalau Anda lengah cukup banyak waktu bisa digunakan pelaku untuk mencatat informasi itu (thrasing). Bahkan mereka bisa saling kerja sama misalnya berdua, satu orang sengaja mengalihkan perhatian Anda dan satunya yang membawa kartu mencatat atau bahkan menggesekkan kartu anda ke mesin skimming yang tidak terlihat ( ash / faw )

‘Pornografi Harusnya Jangan Dilarang!’

Andrian Fauzi – detikinet


ilustrasi (ist)

Bandung – Pornografi ibarat air bah. Semakin dibendung akan semakin meluap dan mencari celah untuk mengalir. Karenanya pornografi jangan dilarang.

Di tengah polemik tentang Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia , di mana salah satu poinnya adalah untuk membatasi konten-konten negatif, pernyataaan nyleneh justru disampaikan oleh Sony Sugema, Dirut Sony Sugema College (SSC).

Kepada detikINET, Sony menganalogikan pornografi ibaratnya air bah. Layaknya air bah, semakin dibendung akan semakin meluap dan akan mencari celah untuk mengalir.

“Pornografi jangan dibendung tapi diarahkan. Sama seperti air, semakin ditahan semakin meluap,” katanya saat berbincang santai di Q-Quantum, Jalan Cisangkuy No 20, Bandung.

Internet seringkali dituduh sebagai tempat paling mudah mendapatkan pornografi. Beberapa aturan seperti UU ITE serta yang sedang menjadi polemik yakni RPM Konten Multimedia pun disiapkan untuk membendung konten negatif.

Menurut pria yang juga Ketua Yayasan Taqwa Cerdas Kreatif, internet sebagai media tidak bisa dibatasi begitu saja. Justru dengan membatasinya akan merugikan.

“Bukan dibatasi dengan berbagai macam aturan. Tapi kita harus berfikir dan bagaimana mengendalikannya dengan edukasi. Kita berikan alternatif konten seperti Digital Learning System (DLS) ini. Atau konten-konten positif lainnya,” paparnya.

Sony khawatir jika semakin dibatasi maka masyarakat akan semakin mencari celah untuk konten-konten negatif. “Ngga perlu dilarang pornografi itu. Lebih baik dikendalikan. Kita berikan alternatif konten,” tegasnya.

IMOCA Ditelikung Dua Kali oleh Kominfo

Ardhi Suryadhi – detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Indonesia Mobile & Online Content Provider Association (IMOCA) menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja Kementerian Komunikasi dan Informatika. Asosiasi konten tersebut merasa sudah ditelikung dua kali.

Dijelaskan Ketua IMOCA A. Haryawirasma, kejadian pertama berlangsung sekitar tahun 2007-2008 dalam diskusi pembahasan kode etik jasa konten SMS premium.

IMOCA mengaku dilibatkan dalam perumusan aturan tersebut. Tapi hasil akhirnya justru mengecewakan mereka. Yaitu disahkannya Permenkominfo No.1/2009 yang menetapkan bahwa penyelenggara jasa pesan SMS premium adalah penyelenggara jasa telekomunikasi.

Ujung-ujungnya, penyedia konten diharuskan membayar BHP telekomunikasi 1% dari pendapatan kotor ditambah wacana pungutan USO (Universal Services Obligation) sebesar 0,75% yang juga dari pendapatan kotor

“IMOCA jelas-jelas ditipu. Karena dalam pembahasan/uji publik, definisi penyelenggara jasa telekomunikasi tidak pernah didiskusikan,” tegas Rasmo, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (19/2/2010).

Kedua, terkait pembahasan kode etik konten multimedia. IMOCA juga tidak menyangka jika kemudian yang diluncurkan justru Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia yang di dalamnya menetapkan bahwa penyelenggara jasa konten multimedia adalah penyelenggara jasa telekomunikasi.

Padahal, kata Rasmo, dalam pembahasan kode etik konten multimedia, definisi penyelenggara tidak pernah didiskusikan.

“Kominfo jelas-jelas memanipulasi publik dengan selalu menyatakan bahwa proses pembahasan Permenkominfo No. 1/2009 dan RPM konten multimedia sudah dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak terkait,” lanjutnya.

“Pihak-pihak terkait memang dilibatkan, tapi hanya dimanfaatkan saja demi keabsahan proses pembentukan peraturan menteri. Karena, apa yang dibahas berbeda dengan apa yang dituangkan dalam rancangan peraturan menteri,” ia menandaskan.
( ash / wsh )