Indonesia Sulit 100% Open Source

Achmad Rouzni Noor II – detikinet


I Made Wiryana & Ashwin Sasongko (inet/roury)

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengakui sulit untuk menerapkan kebijakan menggunakan peranti legal berbasis sistem operasi terbuka atau Open Source di seluruh instansi pemerintah, dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kita memang tidak bisa 100 persen Open Source. Tapi setidaknya kami sudah berupaya untuk menggunakan software legal tanpa perlu ketergantungan dengan suatu vendor,” ujar Dirjen Aplikasi dan Telematika Kominfo Ashwin Sasongko, di sela-sela acara Indonesia Open Source Award 2010 (IOSA) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/7/2010).

Sejak Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) mengeluarkan Surat Edaran ke seluruh instansi pemerintah pusat, daerah, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2009, baru 20 persen yang diketahui sudah bermigrasi.

Namun kini jumlah itu bisa lebih banyak lagi. Kementerian PAN, kata Ashwin, baru akan merilis data perkembangan terbaru pada Oktober 2010, yakni setahun setelah kebijakan ini diberlakukan.

Sementara menurut Asisten Deputy Urusan Pengembangan dan Pemanfaatan TI Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek) Kemal Prihatman, implementasi Open Source hanya ‘dipaksakan’ di lingkungan pemerintah saja sebagai alternatif penggunaan software proprietary yang mahal lisensinya.

“Untuk kalangan umum kami tetap netral. Silakan saja gunakan proprietary asal
penggunaannya legal,” kata dia.

Sedangkan menurut penggiat open source, I Made Wiryana, salah satu kendala sulitnya penerapan Open Source di instansi pemerintah dan masyarakat karena adanya salah persepsi yang menyebutkan sulitnya penggunaan software Open Source.

“Banyak orang takut menggunakan software open source dan merasa tidak bisa menggunakannya seperti saat menggunakan software proprietary seperti Windows.
Persepsi semacam itulah yang menghambat open source di indonesia,” tutup akademisi dari Universitas Gunadarma ini.
( rou / rns )

Advertisements

Setiap Hari Kominfo Temukan 4 Juta Situs Porno Baru

ARouzni Noor II – detikinet


(Ist)

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyadari, tak mudah untuk menutup seluruh akses pornografi di Internet. Pasalnya, dalam satu hari ada empat juta alamat situs porno baru yang bertebaran di dunia maya.

Hal ini diungkapkan Dirjen Aplikasi dan Telematika Kominfo Ashwin Sasongko, di sela-sela acara Indonesia Open Source Award 2010 (IOSA) yang dihelat di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/7/2010).

“Bayangkan saja, dalam sehari ada empat juta URL situs porno baru. Kami sadar upaya pemblokiran yang kami lakukan tidak akan bisa 100 persen, tapi setidaknya kami sudah berupaya maksimal untuk mencegah penyebaran konten yang tidak mendidik ini,” ujarnya.

Menurut Ashwin, pihak Kementerian Kominfo sejauh ini telah memblokir 10 juta konten dan situs bermuatan ponografi, SARA, dan konten negatif lainnya, berdasarkan masukan dan pengaduan dari masyarakat.

“Jika laporan pengaduan lagi banyak, dalam sehari kami bahkan bisa memblokir
2.000 sampai 3.000 situs porno. Untuk memblokir, kami menggunakan filter yang kami namakan Massive Trust Positif,” sebut Ashwin.

Ketika dimintai komentarnya tentang perintah kepada para penyelenggara internet (ISP) untuk memblokir seluruh akses pornografi dalam waktu satu bulan, Kominfo menilai ISP akan mampu melaksanakannya.

“ISP tak perlu diajari lagi, mereka sudah tahu kok apa yang perlu dilakukan. Saya rasa tak sulit untuk menyaring konten pornografi di internet. Kalau mereka minta daftarnya, nanti akan kami berikan,” tukas Ashwin.

Ia pun menilai, metode pemblokiran bisa dilakukan dengan menutup alamat IP (Internet Protocol) situs porno atau menyaringnya dengan menggunakan kata kunci (keyword blacklist).

“Memang, pemblokiran bisa merembet ke mana-mana. Jadi tidak bisa semua asal kita blokir. Siapa tahu, orang taruh gambar porno di situs dengan nama berbau agama atau sebaliknya. Orang pasti akan selalu cari cara agar konten seperti ini tetap ada. Namun setidaknya kami sudah berupaya untuk mencegahnya,” tandas Ashwin.
( rou / rns )

Indonesia Habiskan Rp 450 Miliar untuk Solusi ERP

Achmad Rouzni Noor II – detikinet


Achmad Sunuadji Sofwan (rou/inet)

Jakarta – Seluruh perusahaan yang ada di Indonesia, jika ditotal dalam setahun bisa menghabiskan anggaran hingga Rp 450 miliar(US$ 50 juta) untuk mengadopsi sistem komputasi enterprise resource planning (ERP).

Data ini diungkap Chief Operation Officer PT Fujitsu Indonesia, Achmad Sunuadji Sofwan, usai memperkenalkan PRO-NES, solusi ERP khusus untuk sektor manufaktur, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (27/7/2010).

“Berdasarkan data terbaru dari lembaga riset IDC (International Data Corporation) market size dari adopsi solusi ERP di Indonesia mencapai US$ 40 juta hingga US$ 50 juta per tahunnya,” ucap dia.

Solusi ERP yang digunakan untuk membantu bisnis proses perusahaan, kata dia, mayoritas digunakan oleh sektor industri manufaktur, perbankan, finansial, telekomunikasi, transportasi, pertambangan, serta minyak dan gas.

Fujitsu sendiri saat ini tengah fokus untuk menggarap sektor industri manufaktur dengan solusi ERP terbarunya. “Dalam setahun kami menargetkan solusi PRO-NES ini diadopsi oleh 500 ribu perusahaan kelas SMB (small medium business),” ungkap Achmad.

Vendor asal Jepang ini berani pasang target tinggi, karena menurut Achmad, solusi ERP yang ditawarkan perusahaannya dirancang spesifik untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur. Tidak bersaing head to head dengan raksasa penyedia solusi ERP lainnya seperti Oracle, SAP, dan Microsoft.

“Solusi ERP yang mereka tawarkan lebih general. Sedangkan kami lebih spesifik dan niche market,” jelas Andi Hadinoto, ERP Solution Manager PT Fujitsu Indonesia.

Menurut dia, solusi ERP yang ditawarkan kepada pelanggan harus sesuai dengan kebutuhan bisnis. Sebab, jika tidak, maka investasi yang dikeluarkan akan percuma dan tidak kembali (return of investment/ROI).

“Manfaat dari investasi TI biasanya diukur dari tingkat utilisasi setelah sistem itu diimplementasikan. Tidak peduli betapa hebatnya sebuah sistem, jika orang tidak benar-benar menggunakannya di lapangan, perusahaan tidak akan mencapai ROI atas biaya yang sudah dikeluarkan,” jelasnya.

Sementara menurut Achmad, Fujitsu yang baru berkiprah sejak 1995 lalu telah berhasil memikat lebih dari 300 perusahaan, di antaranya Telkom, Indosat, Toyota, Garuda Indonesia, dan Pertamina. “Kami coba membawa keberhasilan ERP dari Jepang untuk diterapkan di Indonesia,” tandasnya.
( rou / ash )

BlackBerry Ancam Keamanan Nasional

Seorang pelanggan indosat sedang mencoba blackberry di sebuah gerai berjalan di kawasan Cikini, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO Interaktif, Dubai – Uni Emirat Arab menyatakan smartphone BlackBerry berpotensi mengancam keamanan nasional karena beroperasi di luar yurisdiksi hukum nasional dan berpeluang disalahgunakan.

Potensi ancaman tersebut bisa muncul karena informasi pengguna ponsel dapat secara otomatis terhubung dengan pusat data yang berada di luar negeri. Inilah yang menimbulkan kekhawatiran karena pemerintah tidak memegang kendali terhadap arus informasi yang disampaikan pengguna smartphone tersebut ke luar negeri.

“Berbagai data yang dikelola dan disimpan BlackBerry sangat mungkin disalahgunakan dan berdampak serius pada pada kehidupan sosial, keamanan dan peradilan nasional,” kata regulator di Uni Emirat Arab. Perangkat BlackBerry dianggap beroperasi “di luar yurisdiksi” hukum nasional karena dapat langsung mengirim data ke luar negeri untuk diolah oleh pihak ketiga.

Telegraph|Rini K

ISP Tunggu Surat Perintah Pemblokiran

Ardhi Suryadhi – detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring telah mengeluarkan titah bagi para Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemblokiran terhadap situs-situs negatif yang beredar di Indonesia.

Mendengar perintah tersebut, ISP pun tak kuasa menolak. “ISP siap untuk melakukannya (pemblokiran-red.),” tegas Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Roy Rahajasa Yamin.

Roy mengatakan, untuk urusan blokir-memblokir situs atau konten negatif, sejatinya sudah dilaksanakan sejumlah ISP dari jauh-jauh hari sebelum titah pemblokiran dikumandangkan sang menteri.

“Hanya saja kebijakan ini diserahkan ke tiap-tiap ISP,” ujarnya, kepada detikINET, Rabu (21/7/2010).

Pun demikian, meski Tifatul sudah mengumumkan rencana pemblokiran situs yang berisi pornografi, rasisme, dan konten negatif lainnya ini lewat media. Namun entah mengapa, surat perintah pemblokiran yang dimaksud diakui pihak ISP belum sampai ke tangan mereka.

Padahal, dalam sebuah acara yang dilangsungkan di Bandung, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan bahwa misi bersih-bersih alias pemblokiran ini harus sudah selesai dalam waktu sebulan.

“Kami belum menerimanya, kita cuma mendengarnya lewat media, katanya sih sudah ditandatangani. Biasanya dikirimkan dari Ditjen Postel. Tapi tidak tahu kapan bakal dikirim,” tukas Roy.

Alhasil, aksi pemblokiran pun belum bisa dijalankan. Sebab, ISP masih menunggu surat edaran dari Kominfo yang belum kunjung datang tersebut.

Menurut menteri, saat ini jumlah ISP yang terdaftar di Indonesia ada sekitar 300 perusahaan. Namun yang masih aktif hanya berkisar 200 perusahaan, dua pertiga di antaranya.

“Lisensi ISP kan dari Ditjen Postel. Ketika berikan lisensi pada ISP ada perjanjiannya. Kita minta pornografi saja yang diblokir. Dulu ada 300 ISP tapi yang aktif sekitar 200-an. Ini juga sekaligus untuk menertibkan ISP yang tidak aktif. Ngapain menuh-menuhin lisensi,” tukasnya.
( ash / wsh )

Menkominfo: Cyber War Tak Terhindarkan

Andrian Fauzi – detikinet


Menkominfo Tifatul (rou/inet)

Bandung – Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menilai cyber war alias peperangan di dunia maya sudah tak terhindarkan lagi. Oleh sebab itu, masyarakat pengguna internet di Indonesia diminta agar selalu waspada.

Pesan ini disampaikan Tifatul saat ditemui detikINET usai membuka Asia-Europe Meeting (ASEM) di Grand Ballroom Hotel Golden Flower, Bandung, Selasa petang (20/7/2010).

Cyber space luar biasa. Tapi cyber crime juga luar biasa. Sedangkan cyber war sudah bukan lagi imajinasi. Sudah ada contohnya,” ujarnya.

Tifatul mencontohkan kasus cyber war yang terjadi di Estonia. Negara di benua Eropa ini sempat lumpuh beberapa hari akibat terjadinya serangan ke server milik pemerintah, media dan bank Estonia.

Akibatnya, beberapa fasiltas layanan publik serta layanan perbankan di negara tersebut tidak bisa berfungsi.

“Estonia sempat lumpuh. Kita tidak mau ini terjadi di Indonesia. Teknologi tidak bisa dilawan, tapi diikuti. Karenanya kita harus antisipasi,” ungkapnya.

Disinggung antisipasi seperti apa yang dilakukan oleh pemerintah, Tifatul menjelaskan bahwa masalah cyber crime dan pornografi menjadi titik fokusnya.

“Indonesia perlu antisipasi cyber crime. Sekarang sudah marak pembobolan akun bank, phising, skimming. Termasuk efek negatif dari konten. Kita saat ini sedang memblokir konten porno,” tukasnya.

Playboy Bikin Situs Alternatif

Trisno Heriyanto – detikinet


JakartaPlayboy, yang majalahnya terkenal dengan berbagai pose tanpa busana, ternyata juga mau membuat situs yang menampilkan konten wanita tidak telanjang. Situs itu dinamai sesuai pakaian yang digunakan pendirinya sehari-hari.

Ya, situs itu bernama TheSmokingJacket, dan akan menampilkan konten yang dijamin bebas dari wanita-wanita bugil dan oleh karena itu akan aman dibuka di lingkungan kerja. Isi situs itu, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (21/7/2010), akan mengandung konten dalam kategori Girls, Entertainment, Sex, Videos dan Lifestyle.

“Smoking Jacker bukan hanya sesuatu yang saya kenakan sehari-hari di Playboy Mansion. Ini adalah situs safe for work-nya Playboy. Selain di Mansion, di sini tempat nongkrong paling oke di planet bumi,” tutur Hugh Hefner, pendiri Playboy yang kini berusia 84 tahun.

Meski dijamin tak menampilkan gambar porno, konten situs baru Playboy itu agaknya masih akan menyenggol tema-tema yang biasa diangkat Playboy. Tengok saja judul seperti ‘How to Get Laid at Work‘ (Bagaimana bercinta di tempat kerja) dan ‘How to Hang Out with Porn Chicks‘ (Bagaimana bergaul dengan bintang porno).

Foto-foto yang tampil memang tidak bugil, tapi tetap seksi. Misalnya, model Kimberly Phillips yang hanya mengenakan baju dalam atau foto-foto klasik wanita berbikini dari dekade-dekade yang lalu.