Perubahan pola dalam bisnis retail

Perubahan Pola Dalam Bisnis Ritel

Bab ini menjelaskan bagaimana Pola-pola penjualan ritel yang ada secara konvensional mengalami perubahan dan mengalami gangguan-gangguan dari bentuk pelaku bisnis retail yang lain.

Untuk menemukan pola-pola bisnis ritel secara e-commerce ( Amir Hartman dalam bukunya “Net-Ready” (Hartman, 2000) secara lebih terperinci lagi mendefinisikan E-Commerce sebagai “suatu jenis dari mekanisme bisnis secara elektronis yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis berbasis individu dengan menggunakan internet sebagai medium pertukaran barang atau jasa baik antara dua buah institusi (B-to-B) maupun antar institusi dan konsumen langsung (B-to-C)”. ), tentu saja harus Mempelajari transformasi dari pola-pola penjualan retail secara fisik.

Permasalahan inti dalam perdagangan retail mempunyai 4 elemen

1. Mendapatkan product yang tepat,
2. harga yang tepat,
3. waktu yang tepat
4. Tempat yang tepat

Ada 4 pengacau dalam retail bisnis menurut Joseph L.Bower dan Clayton M

Pengacau pertama datang dalam bentuk Departmen Stores.

Kelebihan Department stores dibanding retail biasa adalah kecepatan perputaran barang dan mampu menampilkan jumlah product yang sangat banyak dalam 1 store mereka.

Department Store rata memperoleh keuntungan 40 % setiap kali perputaran barangnya ( rata-rata 3 kali setahun ),jadi mereka bisa memperoleh keuntngan 120 %/thn.

Pengacau kedua adalah Toko pemberi diskon

Hampir sama dengan Toko pemberi Diskon mereka bisa memberikan diskon s/d 23%/thn dan bisa sampai 5 kali perputaran / tahunnya.

Bisnis retail melalui internet belum bisa diukur secara signifikan, tetapi Amazon.com mampu mendapat marjin 5%/tahun dengan perputaran barang sebanyak 25 kali / tahun, hampir sebanding dengan marjin dari bisnis retail secara fisik dengan Department stores dan Toko pemberi diskon.

Toko pemberi diskon pada akhirnya akan melawan sesama toko pemberi diskon yang lain, karena toko retail biasa sudah bukan menjadi lawan mereka.

Pengacau ketiga datang dalam bentuk Bisnis ritel dalam bentuk Katalog

Sasarannya adalah konsumen yang berada di kedalaman pemukiman, ini juga yang disebut oleh “Richard sears” sebagai rumah perbekalan paling murah didunia , dan mengkompensasikan kekurangan pelayanan pribadi dengan jaminan uang kembali.

Katalog adalah dasar dari toserba online yang ada saat ini.

Pengacau Keempat dan terbesar yang sedang berlangsung saat ini adalah Online retail seperti yang dilakukan pelaku bisnis online karena sama mendasarnya dengan tiga kekacauan sebelumnya.

Dari 3 pengacau sebelumnya Peretail Internet mampu mengemban 4 tugas besar semua pelaku retail sebelumnya, yaitu : Product, tempat, harga dan waktu.

Poduct ? semua product bagus dan baik dapat ditampilkan disitu
Tempat ? Web adalah toko yang sangat baik dan tidak ada satupun toko konvensional dapat menandinginya.
Harga ? Online retail adalah surga bagi Konsumen karena penawaran yang sangat fleksibel tiada  banding, dengan                 hanya marjin 5% saja Amazon.com dapat memutar barangnya sebanyak 25 Kali /tahun.
Waktu ? Dengan Toko retail online berupa web, toko bisa buka 24 jam penuh 7 hari setiap waktu tanpa perlu ada yang                  menjaga, sehingga transaksi dapat dilakukan anytime , anywhere.

Seiring waktu bisnis retail online mulai merubah strateginya dari generalis ( konsep department store ) ke Spesialis, yaitu dengan hanya menawarkan product2 tertentu, misalnya :

sebuah web hanya menjual Buku ( online book stores ) dll.

Akhir dari Resume ini adalah bahwa bisnis retail konvensional dengan retail internet tetap harus berhubungan, karena dalam kenyataannya bahwa seseorang yang membutuhkan sesuatu barang dengan cepat pasti akan menuju mobilnya tanpa menuju komputernya.

source by Clayton M Christensen dan Richard Sear Tedlow

4 Responses

  1. Perubahan dlm bisnis retail mmg tdk terhindarkan. Bahkan dalam penyebutannya: sebagian menyatakan, toko yg ada di Mall, atau di pinggir jalan itu sbg toko yg real, shg online shopping dianggap toko tdk real. Itu ungkapan yg membingungkan org. Sy sendiri lbh suka menyebut para pemilik toko di jalan itu sbg toko konvensional.

    Bisnis retail mmg mengalami trend yg luar biasa meningkat krn byk hal. Bukan cm krn makin murahnya internet, tp juga makin efisien nya jalur pendistribusian barang. Sistem keagenan, distributor dll itu sama sprti meja2 birokrasi yg menghambat produk dr suatu pabrik sampai ke tangan konsumen.

    Mmg peranan internet, online shopping kini makin besar krn byk perbaikan dr para pelakunya, baik dr sisi pelayanan, harga, kelengkapan produk dll. Jd ini sebuah pergeseran atau proses yg tdk terhindarkan.

    Kalau bercerita department store itu usang, masa lalu. Sama sprti kita bicara distro, atau factory outlet. Itu smua masa lalu. Mrk bagus pd masanya, tp bukan skrg. Yg jelas bisnis retail akan makin berkembang seiring kebutuhan manusia dan populasinya. Makin menyebar populasi makin urgent pengembangan bisnis retail ini.

    Thanx atas artikelnya. Salam sukses.

  2. Menurut laporan bahwa tahun 2013 total omset dari bisnis ecommerce seluruh dunia adalah 1,5 triliyun Dolar (1.500.000.000.000 USD) dan di tahun 2014 analisanya kawasan Asia Pasific akan menjadi penyumbang terbesar dengan 500 Milyar USD. So sekarang jamannya bisnis Online !

  3. Pak Emil sepertinya megeneralisir usaha retail.
    Pak Pak, retail itu bukan selalu dalam bentuk Olshop lho.

    saya lebih suka retail karna saya suka melayani langsung pembeli,
    saya suka melihat respon yg diberikan pembeli,
    saya suka melihat bagaimana produk saya bekerja untuk pembeli dan pembeli terlihat binar ekspresi penuh rasa puas.
    saya suka heart to heart.

    di retail, saya bisa belajaran gimana caranya jadi Marketer,
    Marketer itu mau produk apapun di tangan dia bisa jadi dagangan.
    Marketer mahir baca pasar, baca segmen, baca positioning, sampe baca hulu ke hilir pun bisa, di pindai semua mulai dari produksi – promosi – distribusi.

  4. Pak Emil sepertinya megeneralisir usaha retail.
    Pak Pak, retail itu bukan selalu dalam bentuk Olshop lho.

    saya lebih suka retail karna saya suka melayani langsung pembeli,
    saya suka melihat respon yg diberikan pembeli,
    saya suka melihat bagaimana produk saya bekerja untuk pembeli dan pembeli terlihat binar ekspresi penuh rasa puas.
    saya suka heart to heart.

    di retail, saya bisa belajaran gimana caranya jadi Marketer,
    Marketer itu mau produk apapun di tangan dia bisa jadi dagangan.
    Marketer mahir baca pasar, baca segmen, baca positioning, sampe baca hulu ke hilir pun bisa, di pindai semua mulai dari produksi – promosi – distribusi.

    itu bedanya Salesman dan Marketer.
    dan aku pikir, seorang Enterpreneur itu bukan soal jualan aja.
    itu kenapa Enterpreneur itu kalo uda punya 1 usaha sukses terus bisa merambah usaha lainnya,
    bisnis itu bukan cuma soal kita punya barang/keahlian terus dijual.

    banyak mungkin orang yg berpikir ‘ngapain sih Woro jualan?’
    ya karna banyak yg saya pelajari di sini, di luar saya jualan produk perusahaan yg sudah eksis di tempat saya bekerja.
    di tempat saya bekerja, saya bawa produk dimana target market saya sudah banyak tau produknya, sudah punya pengalaman dg produknya, saya nempel sama nama perusahaan besar.

    kalo di sini, saya build build build mulai dari pondasi ceker ayamnya,
    kenapa ceker ayam? ya kali, besok” kalo naik tingkat uda kokoh pondasinya, Aamiin.
    jualan dari pondasi dasar itu gimana caranya bikin orang ngeh – ngelirik – ngeliat – suka – beli – cinta – repeat – repeat – repeat.

    saya gitu sih, suka menantang diri saya sendiri, suka kasih kado buat diri sendiri.
    dan tantangan adalah kado paling murah meriah murce mursidah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: