Video Seks Lesbian Carmen Electra Bocor di Internet

Fransiska Ari Wahyu – detikinet


Carmen Electra

Jakarta – Video seks lesbian milik bintang cantik nan seksi, Carmen Electra bocor di internet. Muncul dugaan bahwa video ini sengaja disebar di internet untuk mempromosikan film atau acara TV baru.

Seperti dikutip detikINET dari TVNZ, Jumat (20/11/2009), dalam video tersebut, si model Playboy ini beraksi bersama seorang wanita berambut hitam. Tampak dalam aksinya, Electra menghisap sebotol sampanye.

Dalam video tersebut, Electra nyaris telanjang, hanya mengenakan pakaian dalam, stocking dan memakai sepatu high heels.

Electra bukan satu-satunya artis yang video seksnya pernah beredar. Beberapa waktu sebelumnya, video seks model PlayBoy lainnya, Pamela Anderson, juga pernah beredar. Demikian pula dengan Paris Hilton, video seksnya populer dengan judul One Night in Paris.

Namun, muncul spekulasi bahwa video seks lesbian Electra ini sengaja disebar di internet untuk promosi acara TV atau film baru. ( faw / fyk )

Advertisements

Posting Komentar Online Vulgar, Pekerja Dipecat

Fino Yurio Kristo – detikinet


Ilustrasi (inet)

Jakarta – Komentar online serampangan membuat seorang karyawan sekolah kehilangan pekerjaannya. Sang pekerja yang tak disebut namanya ini, memposting kalimat vulgar di situs St. Louis Post-Dispatch yang berbasis di Amerika Serikat.

Situs tersebut menayangkan artikel yang menanyakan tentang makanan tergila apa yang pernah disantap pembaca. Dilansir Huffingtonpost dan dikutip detikINET, Jumat (20/11/2009), para pembaca disarankan memposting jawaban paling aneh.

Nah, sang pekerja yang dipecat ini memposting sebuah komentar anonim bernada vulgar. Intinya, ia menyebut-nyebut soal bagian sensitif tubuh wanita.

Awalnya, komentar dihapus admin situs. Namun sang pemosting tetap ngeyel dan menulisnya kembali. Pihak situs rupanya tak terima. Kurt Greenbaum, Direktur Media Sosial di situs itu melacak IP addres sang komentator yang ternyata berasal dari sebuah sekolah setempat.

Greenbaum pun menghubungi sekolah bersangkutan. Sang pekerja dilaporkan langsung dipecat gara-gara postingannya, yang membuatnya bertengkar dengan kepala sekolah. Ia mungkin tak mengira komentar anonim yang dibuatnya membawa malapetaka.

Greenbaum memposting kasus tersebut dengan judul “Memposting komentar vulgar saat bekerja berisiko dipecat”. Di satu sisi ada yang memuji tindakan Greenbaum, namun di sisi lain ia juga dihujat karena dinilai melanggar privasi. ( fyk / faw )

Polisi Gagalkan Niat Mesum Dokter di Internet

Santi Dwi Jayanti – detikinet


user(Ist)

Alaska – Niat seorang predator internet untuk ‘menggerayangi’ anak kecil digagalkan pihak kepolisian.

John Mark Feltom (45), pria yang berprofesi sebagai dokter ini digelandang polisi di Anchorage International Airport, Alaska. Ia masuk jebakan, setelah sebelumnya diincar pihak berwenang karena memiliki niat busuk untuk ‘memanfaatkan’ anak dari seorang ayah yang ia jumpai di internet.

Sebelumnya polisi menyamar sebagai seseorang bernama Bob dan bertukar email dengan Felton. Dalam skenario yang dibuat polisi, ‘Bob’ menanyakan ketertarikan yang dimiliki Felton. Felton saat itu menjawab bahwa ia tertarik dengan anak-anak.

Terjebak pada imimg-iming anak-anak yang ditawarkan Bob pada Felton, Felton pun langsung terbang ke Alaska. Namun apa yang terjadi tidak seperti yang ia harapkan.

Sesampainya di bandara, bukannya bertemu dengan ayah yang membawa 2 anak sesuai janji di internet, Felton malah harus berhadapan dengan petugas berwenang yang sudah menunggunya untuk meringkusnya.

Seperti yang dilansir detiKINET dari DailyMail, Selasa (24/11/2009), kini pria yang aktif di bidang kedokteran itu harus menghadapi ancaman hukuman minimal 30 tahun di penjara dan maksimum seumur hidup jika terbukti bersalah. ( sha / faw )

Aplikasi Ponsel Pantau Suara Bising

Santi Dwi Jayanti – detikinet


Noise (Newscientist)

Jakarta – Sebuah aplikasi ponsel yang dikembangkan oleh Sony Computer Science Laboratory ini akan membantu membuat lingkungan lebih tenang dan jauh dari polusi suara.

Nicolas Maisonneuve dari laboratorium milik Sony di Prancis dan timnya telah mengembangkan aplikasi software yang bisa didownload bernama NoiseTube. NoiseTube memanfaatkan smartphone milik pengguna, untuk memonitor polusi suara yang terjadi di tempatnya. “Golnya adalah untuk menjadikan ponsel sebagai sensor lingkungan,” ujar Masionneuve.

Awalnya aplikasi ini bekerja dengan merekam suara lewat mikrofon ponsel. Pengguna lantas diminta untuk melabeli hasil rekaman yang mereka himpun tadi dengan informasi seperti sumber suara, sebelum dikirimkan ke server NoiseTube.

Begitu data itu dilabeli dengan nama jalan dan kota, data ini kemudian dikonvert oleh software pusat ke dalam sebuah format yang bisa dipakai di Google Earth. Software dalam server ini lantas akan menandai lokasi yang dinilai bising, dengan label bahaya.

Dilansir detikINET dari Newscientis, Jumat (20/11/2009), sejauh ini aplikasi tersebut hanya bisa beroperasi di smartphone milik Sony Ericsson dan Nokia. Namun sepertinya banyak pihak yang tertarik dengan aplikasi ‘cinta lingkungan’ ini. ( sha / faw )

200 Predator Internet Dibekuk Polisi

Fransiska Ari Wahyu – detikinet


Ilustrasi (Inet)

Skotlandia – Lebih dari 200 predator internet dibekuk polisi dalam sebuah operasi pemberantasan pedofilia. Ini menjadi alarm bagi para orang tua untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam mengawasi buah hatinya.

Dikutip detikINET dari Dailyrecord, Jumat (20/11/2009), operasi besar-besaran tersebut digelar oleh kepolisian Skotlandia untuk memburu para pedofilia yang
sering berkeliaran di internet melalui berbagai situs jejaring sosail seperti Facebook, MSN, dan Bebo.

Dari hasil investigasi teridentifikasi 1700 pria yang melakukan obrolan seks dengan anak-anak, dan 215 di antara mereka mempertontonkan aksi seksual kepada
korban termasuk melalui webcam. Detektif juga mengidentifikasi 150 korban yang mayoritas anak-anak perempuan berusia 8-15 tahun.

“Ini menjadi peringatan bagi para orang tua. Mereka perlu mewaspadai perangkat multimedia yang digunakan buah hatinya. Para predator berusaha mencari mangsa
sebanyak-banyaknya. Jika ada anak yang tertarik menanggapi, percakapan yang semula normal berubah menjadi percakapan seks,” ujar Inspektur Kepolisian
Mackenzie.

Polisi menuturkan bahwa webcam acapkali menjadi jembatan penghubung antara pedofilia dengan korbannya. Melalui webcam, pedofilia menunjukkan aksi seksual
atau sebaliknya membujuk korban untuk bugil.

“Operasi ini menunjukkan kepada kami bahwa pedofilia sekarang sudah berkeliaran di ruang keluarga. Bisa saja anak Anda tengah duduk di ruang keluarga sambil
sibuk mengutak-atik laptop, sementara Anda duduk asyik menonton acara televisi,” tandas Detektif Chief Inspector Gordon Dawson.

Oleh karena itu perhatian dari orang tua mutlak diperlukan untuk mendampingi buah hatinya agar tidak terjerat para pedofilia.

( faw / ash )

BlackBerry Belum Mau Berkantor di Indonesia

Senin, 30/11/2009 07:39 WIB
Achmad Rouzni Noor II – detikinet


Gregory Wade (rou/inet)

Jakarta – Research in Motion (RIM) mengaku belum punya rencana membuka kantor perwakilannya di Indonesia meski BlackBerry yang diproduksinya laku keras dengan persentase penjualan melesat 500% sejak tahun lalu.

“Kami juga belum punya rencana menunjuk Country Manager untuk Indonesia. Semua masih kami kendalikan dari Singapura,” tegas Gregory Wade, Regional Vice President RIM Asia Pacific kepada detikINET, belum lama ini di Jakarta.

Pertumbuhan pengguna BlackBerry di Indonesia tumbuh pesat. Saat ini pelanggan akses layanan tersebut melalui Indosat, XL Axiata, Telkomsel, Axis, dan Smart Telecom, telah lebih dari 500 ribu.

RIM sebelumnya dinilai Joy Wahyudi, salah satu direktur XL, perlu menempatkan perwakilannya di Indonesia, mengingat pasar ponsel di negara ini cukup unik sekaligus pelik. “Mereka tak bisa hanya mengandalkan kemitraan dengan operator saja.”

Indonesia jadi pasar yang sangat menarik bagi RIM karena hampir semua produk BlackBerry laku di pasaran. Bahkan, Indonesia kini jadi negara yang paling didahulukan di Asia untuk peluncuran BlackBerry terbaru, misalnya saja Gemini dan Onyx.

Namun, menurut Joy, menjadi pelik karena tak semua pelanggan mau membeli melalui jalur resmi operator dan distributor yang menjadi mitra RIM di Indonesia. Alhasil, banyak ditemui kasus BlackBerry yang tak bisa berfungsi optimal akibat sejumlah masalah semisal PIN kloning.
( rou / ash )

Gadis Muda Jadi Incaran Penjaja Ponsel Mesum

Fino Yurio Kristo – detikinet


ilustrasi (ist)

Jakarta – Bekerja di toko ponsel, seorang salesman coba mencari mangsa gadis muda berbekal nomor telepon yang ia dapatkan untuk urusan purna jual. Ia coba menjebak konsumen wanita itu dengan niat melakukan aksi mesum.

Namun beruntung sebelum sempat melakukan kejahatan, tersangka bernama Timothy Robert Shea berhasil dibekuk polisi di wilayah Arvada, Amerika Serikat.

Awalnya, korban bersama ibunya berkunjung ke toko ponsel di mana Shea bekerja. Dengan kedok untuk menguji coba apakah ponsel baru sang gadis bekerja dengan baik, Shea pun meminta nomor ponsel korban.

Namun ternyata, Shea mengirim pesan bernada rayuan mesum pada sang gadis. Untungnya, korban yang dirahasiakan namanya melaporkan tindakan tersangka pada ibunya, yang langsung menghubungi polisi setempat.

Polisi pun menyamar sebagai si gadis dan menjebak tersangka untuk bertemu di suatu tempat. Di tempat yang sudah dijanjikan, tanpa ampun polisi meringkus Shea.

“Remaja dalam kasus ini melakukan dengan tepat apa yang kami ajarkan, yakni memberitahu ibunya. Dan ibunya juga melakukan hal yang benar,” tukas jaksa setempat, Scott Storey, seperti dikutip dari denverpost, Rabu (25/11/2009).

Diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat jika menghadapi kejadian serupa.