Menkominfo Tanggung Jawab Jika BWA Gagal

Achmad Rouzni Noor II – detikinet


Mohammad Nuh

Jakarta – Menkominfo Mohammad Nuh berjanji akan tanggung jawab jika pemenang tender broadband wireless access (BWA) gagal  memberikan layanan internet yang berkualitas bagi masyarakat.

Pekan lalu, pemerintah telah mengumumkan pemenang tender BWA yang diperkirakan akan menyumbang pendapatan negara sejumlah Rp 877,28 miliar dari pemenang guna mendapatkan lisensi.

Para pemenang lisensi di pita lebar 2,3 GHz tersebut adalah PT. Telkom, PT Power Telecom, PT Jasnikom Gemanusa, PT Indosat, PT Internet Madju Abad Milenindo, PT Indosat Mega Media, PT Sejahtera Globalindo, PT Internux,  dan PT Centrin Online.

Selanjutnya, PT Global Komunika Dewata, PT First Media, PT Bakrie Telecom, PT Jasnita Telekomindo, PT MSH Niaga Telecom Indonesia, PT Berca Hardayaperkasa, Konsorsium Moratelindo Teleglobal, dan  PT Rahajasa Media Internet (a/n. Konsorsium Wimax Indonesia).

Sebagian dari perusahaan itu bisa dibilang muka baru yang belum punya pengalaman di bidang telekomunikasi. Jangankan pengalaman, kepemilikan infrastrukturnya saja diragukan banyak kalangan. Hal ini dinilai bisa menghambat penggelaran jaringan sesuai target kepada masyarakat.

Namun sekali lagi, Nuh tetap percaya, para pendatang baru itu, meski belum punya infrastruktur memadai, tetap bisa berkompetisi dengan operator yang sudah lebih dulu berkiprah di industri telekomunikasi.

“Siapapun yang punya tekad dan komitmen dalam bentuk jaminan uang lisensi, maka harus tetap kita beri kesempatan. Siapa pun itu. Jika kita hanya berikan lisensi kepada pemain lama, itu tidak fair. Selama proses mendapatkan lisensinya fair kita akan dukung agar tumbuh kompetisi baru. Harapannya bisa beri services lebih baik lagi,” papar Nuh.

Mengenai isu pemilik perusahaan pemenang tender yang diklaim punya kedekatan dengan orang nomor satu dan dua di negara ini, menteri juga menegaskan hal itu tidak benar. Menurutnya, para pemenang dipilih karena memenuhi syarat, bukan karena kedekatan dengan penguasa.

“Kita tidak memasukkan faktor kedekatan, yang penting penuhi syarat. Siapapun yang bisa memberi harga paling tinggi akan kita beri kesempatan. Bukan karena kedekatan atau kejauhan. Dan ini, Insya Allah bisa kita pertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Meski pemenang tender BWA telah diketahui, namun pemerintah belum bisa menetapkan secara resmi karena masih dalam tahap masa sanggah. Jika tak ada perusahaan yang menyanggah putusan tersebut, Nuh akan menandatangani putusan pemenang pada minggu depan.

Setelah itu, para pemenang akan diberikan izin prinsip. Namun untuk bisa menggelar secara komersial, para pemenang harus lebih dulu dinyatakan lulus uji laik operasi.

Adapun lisensi yang dikantungi pemenang tender, akan dievaluasi  setiap tahunnya berdasarkan pembangunan jaringan. Untuk zona Banten dan Jabotabek, misalnya, pada tahun pertama jaringan harus dibangun 20% dari area yang akan dilayani, tahun kedua 30%, tahun ketiga 45%, tahun keempat 60%, tahun kelima 80%, dan tahun keenam 100%.
( rou / faw )

Baca juga:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: