BISNIS PROSTITUSI ONLINE

“PROSTITUSI ONLINE”
BISNIS DAN GAYA HIDUP YANG SANGAT MENGGIURKAN

SUDAH PERNAHKAH ANDA ?
Yurindra S.Kom, M.T , Praktisi security dan social networking STMIK Atma Luhur

Pict

Akhir-akhir ini Masyarakat Indonesia dihebohkan pemberitaan media tentang maraknya bisnis Prostitusi didunia maya. Dipicu dari terbunuhnya Dedeuh “Tata Chuby” beberapa waktu yang lalu setelah melayani tamu dikamar kost nya.
Prostitusi “ONLINE” dan “SEMI ONLINE”
Pada dasarnya tindak prostitusi yang dilakukan dedeuh “tata chubby” belum sepenuhnya prostitusi online karena tindak asusila antara dua pelaku ini masih dilakukan di tempat ‘fisik’ alias dunia nyata, hanya saja teknik pemasarannya melalui media “online”.

Perilaku murni bisnis prostitusi online sebetulnya adalah diimana kedua pelaku melakukan semua transaksi mereka didunia maya,mulai dari perkenalan, tawar menawar harga, transfer pembayaran, sampai pada kegiatan seks yang dilakukan pun melalui teknologi online yang umumnya menggunakan fasilitas web cam atau kamera / video , atau yang lebih kita kenal dengan video conference.

Ada perbedaan Pandangan hukum dan pola tindak tempat kejadian pada dua karakteristik praktik prostitusi tersebut. Prostitusi ‘Semi Online’ masih bisa terlacak dengan mengamati perilaku pelaku dengan adanya kontrol social dari masyarakat. Namun yang lebih sangat mengkhawatirkan adalah Perilaku Prostitusi “full” online. Beberapa ‘abg’ smp dan sma terlihat normal dirumah dan biasa saja dalam pergaulannya, tetapi siapa yang tau ternyata pada saat sendiri dikamar mereka ‘menjual’ diri mereka dengan cara bugil didepan webcam, melakukan ‘sesuatu’ yang diminta pelanggan mereka dengan imbalan tertentu, karena banyak penelitian menunjukan bahwa seseorang dapat memiliki dua bahkan lebih kepribadian ganda apabila berada didunia maya.
Dari golongan manakah Pelaku prostitusi yang dikategorikan ‘full’ online ini ? kalau saja dilihat dari fasilitas yang mereka miliki biasanya mereka bukan berasal dari masyarakat tidak mampu. Mereka melakukan hal ini karena pola hidup mewah. Hal Ini yang lebih berbahaya dibandingkan dilakukan karena dasar kemiskinan .
Lalu bagaimana pandangan sisi teknologi online tentang bisnis ini ? berikut sekilas perspektif dunia teknologi online terhadap bisnis ini .

ANYWHERE
Bisnis prostitusi Online dapat dilakukan dimana saja ; dikamar kost, di apartemen, di hotel, di perumahan, rusun dan sebagainya. Pelaku bisnis ini tidak perlu mangkal ditempat tertentu yang notabene harus bayar biaya keamanan, bayar pajak preman dsbnya. Pelaku prostitusi online punya tempat mangkal ekslusive yang disebut dengan ‘website / Blog ‘ baik yang mempunyai domain sendiri maupun dari social media yang ada seperti facebook dan twitter yang umum digunakan di Indonesia. Karakteristik website yang selalu dipilih pelaku bisnis ini adalah website yang bertipe “INTERACTIVE” yaitu website yang mampu mengkomunikasikan secara real time antara pemilik situs dengan pengunjung baik dalam hal pertukaran kalimat pembicaraan (CHAT) maupun pertukaran data ( Voice,Picture,Video) . Hal tersebut tentu sangat dibutuhkan pula oleh pelaku prostitusi online untuk dapat menyeleksi pelanggan, melakukan perjanjian, menunjukan bukti transfer pembayran dimuka , sampai kepada kegiatan utama prostitusi itu sendiri.

ANYTIME
BIsnis prostitusi Online tidak mengenal waktu, beberapa tempat mangkal pelaku bisnis ini dari pantauan adalah pasar yang pada malam hari tidak digunakan, tentu saja siang hari mereka tidak akan mangkal disana karena masih ketatnya kontrol masyarakat terhadap hal tersebut . Namun dengan menggunakan fasilitas online didunia maya mereka mampu mangkal 24 Jam sehari, dapat melakukan transaksi 24 jam sehari tanpa takut dengan kontrol masyarakat sekitar. Masih ingatkah kita dengan ramainya PhoneSex yang sempat booming beberapa tahun yang lalu? Sebuah perusahaan yang memiliki server di Singapore mampu mengeruk omzet jutaan dollar dalam sebulannya. Kapan pengguna melakukan itu ? beberapa survey menunjukan penggemar phonesex dari kelas karyawan kantoran melakukan itu di kantor pada saat jam sepi, baik bubaran kantor maupun malam hari atau dirumah, rata-rata pengguna melakukan itu pada malam hari disaat istri-istri mereka tidur maupun sedang sendirian.
Saat ini hal tersebut masih tetap berlanjut, namun sudah berubah arah teknologinya menjadi Chatting atau video conference. Hal ini tentu lebih menguntungkan di bandingkan phonesex selain biaya yang jauh lebih murah, dengan video conference para pelaku dapat bertatap muka..

CYBERMEDIATION
Peter finger, Harsha Kumar dan Tarun Sharma dalam bukunya yang berjudul Enterprise E-Commerce bertema 18 Imperatives of E-Commerce ,mengatakan bahwa dalam bisnis dunia maya akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi pasar bebas untuk para pelaku dan mediator dunia maya untuk dapat bekerja sama menjual produk sendiri maupun milik orang lain.
Didunia nyata para pelaku prostitusi memiliki apa yang disebut Germo atau istilah lainnya “ MAMI” atau pelindung, sehingga transaksi tidak dapat dilakukan sendiri, dengan perjanjian sebagian hasil kerjanya akan dibagikan ke germo tersebut.
Melakukan Prostitusi di dunia maya anda boleh tidak memiliki germo sama sekali sehingga penghasilan anda tidak perlu dibagi, atau dapat memilih germo sendiri, bahkan boleh satu atau lebih dari satu germo, pada dasarnya pekerjaan germo di dunia maya dan dunia online sama saja namun berbeda sudut pandang dalam pelayanannya. Germo didunia nyata lebih mengacu kepada “boss” pelaku , namun germo didunia maya lebih mengarah kepada “Partner” dalam mencari keuntungan.

Attention!
Media sosial digunakan oleh pelaku prostitusi untuk “menjual” dirinya baik sendiri maupun oleh orang lain. Sangat memungkinkan beberapa teman ‘mempromosikan” diri anda kepada orang lain dengan catatan apabila terjadi transaksi maka sang ”teman” akan kebagian sedikit hasil transaksi tersebut. Maka apabila sudah sampai pada titik ini terjadilah konsep bisnis online yang oleh Peter finger, Harsha Kumar dan Tarun Sharma disebut cybermediation ( Pemediasi dunia maya / Calo online ) dengan system pemasaran berjenjang. Apabila titik ini sudah terjadi maka biasanya Pelaku akan mulai kerepotan melayani Pelanggannya, karena kerepotan maka mulailah dia mencari teman untuk mendampinginya dalam memenuhi permintaan pasar, sekali lagi bila pelaku online sudah ada pada titik ini, maka Indonesia akan jadi Negara dengan Darurat Prositusi. Mengapa demikian ? Dengan nyamannya bertransaksi, amannya keadaan dalam melakukan pekerjaannya, besarnya keuntungan yang diperoleh , tentu saja hal ini akan memancing bermunculan semakin banyak nya pelaku-pelaku pendatang baru. Yang tadinya ikut “situs” teman, setelah “prof” akhirnya buat situs sendiri dan mulai mulai mengajak teman baru lagi,  maka dimulailah siklus baru lagi .

Pelaku PSK Online Lebih Pintar dari PSK Konvensional
Para pelaku prostitusi didunia onlne akan lebih pintar dibandingkan dengan pelaku prostitusi didunia nyata, mengapa ? Yang pasti  tentu saja mereka lebih menguasai informasi, kebiasaan berdandan dimiliki oleh kedua karakteristik pelaku prostitusi ini, namun kemampuan surfing dunia maya dan mendapat informasi tentu saja tidak dimiliki oleh rata-rata pelaku prostitusi didunia nyata.
Mereka ( pelaku online ) punya kemampuan lebih baik untuk menyeleksi calon Pelanggan dan memiliki kemampuan lebih canggih untuk menghindari petugas berwenang,

SARAN
Disebuah Universitas swasta milik Yayasan Bharata Bhakti POLRI di Bandung banyak menelurkan praktisi-praktisi security yang handal baik dalam bidang teknologi online maupun Hukum. Ada beberapa penelitian mereka yang sempat di rekam oleh penulis bahwa sudah saatnya Kepolisian Republik Indonesia membentuk apa yang disebut dengan ‘Cyber Police’ , beberapa daerah sudah mulai menerapkan itu seperti POLDA JABAR, POLDA METRO JAYA dan beberapa daerah lain, Hal ini juga didukung oleh beberapa lembaga dunia seperti ID-Sirtii, CERT dan sebagainya. Aparat Hukum di Indonesia sudah mulai harus belajar memandang kejahatan teknologi sebagai bagian dari tindak kejahatan yang berpuluh puluh kali lebih banyak dan lebih berbahaya dari kejahatan di dunia nyata.
Buat para orangtua,sudah saatnya anda mulai menelisik apa yang dilakukan anak-anak anda, menyeleksi gadget, mulai memeriksa personal computer, pc Tablet, maupun laptop anak anda secara berkala, sampai dengan memasang alat-alat penyadap ringan di komputer anak yang masih dibawah pengawasan anda.
Percayalah bahwa tanpa anda sadari kejahatan didunia maya ratusan kali lebih banyak setiap hari dilakukan ketimbang di dunia nyata, dan kita tidak pernah tau anak kita adalah KORBAN atau PELAKU ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: