Sehari Bersama PESTA DEMOKRASI KADA

Setelah sekian kali , Rabu kemaren 26 Juni 2013,aku kembali ‘menerawang’ sehari penuh dalam proses pemilihan walikota dan wakil walikota Pangkalpinang yang akan menentukan nasib Kota Pangkalpinang 5 tahun kedepan.

Walaupun lelah tetap kusempatkan untuk menulis catatan hasil pengamatanku selama sehari penuh itu. Dalam carut marutnya politik di negeri ini ternyata pemilihan kemaren masih dikategorikan lancar-lancar saja, walaupun pemenangnya tetaplah GOLPUT, karena hanya sekitar 30-40% saja yang memilih.

Beberapa hal yang dapat dijadikan catatan diantaranya masih terdapat ‘luka lama’ yaitu kesalahan-kesalahan yang sudah ada sejak negeri ini merdeka sampai sekarang yang tak kunjung diperbaiki pemimpin bangsa ini.
pada pemilihan kali ini ada beberapa catatan yang berhasil ku kumpulkan selama sehari penuh ini ;

1. Form model A9
Dalam pemilihan ,pemilih biasanya di berikan formulir model C6 yang terdaftar dalam DPT dari KPU, namun banyak juga pemilih yang masih memiliki formulir A9 yang artinya tidak ada dalam DPT, tentusaja hal ini membingungkan karena saksi pasangan calon dan anggota KPPS sendiri artinya tidak punya data siapa mereka yang memilih menggunakan A9 tersebut yang akhirnya harus ditulis manualoleh saksi dan anggota KPPS 4.

2. PEMILIH KTP
Masih banyak sekali pemilih yang datang hanya dengan membawa KTP saja, dan itu diijinkanoleh Ketua KPPS,Padahal sesuai Peraturan KPU bahwa pemilih dapat memilih dengan membawa “KTP dan KK”, bukan KTP atau KK, artinya keduanya harus ditunjukan. namun masih dijinkan memilih oleh ketua KPPS setempat dan tidak ada protes dari saksi.

3. “Fake” KTP
Ada tujuh saksi dari 7 pasngan calon yang hadir pada pemilihan kali ini, namun setiap pemilih yang datang hanya memperlihatkan KTP nya pada Anggota KPPS 4 dan Ketua KPPS, tidak pada saksi, coba saja ada “mainmata” antara calon tertentu dengan Anggota dan ketua KPPS, dijamin tidak ada yang tau apakah benar KTP itu KTP daerah situ, atau KTP itu masih berlaku atau tidak, karena saksi tidak pernah diperlihatkan KTP tersebut. Sementara ada hampir 50 % dari setiap daerah pemilihan yang menggunakan Form A9 dan KTP. artinya hampir 40 – 50% pemilih yang memilih tidak terdaftar dalam DPT.

4. SURAT KETERANGAN PEREKAMAN E-KTP / KTP Sementara
Sangat jelas dalam aturan KPU bahwa memilih boleh menggunakan KTP dan KK, namun masih ada beberapa ketua KPPS yang mengijinkan pemiliih menggunakan hanya selembar surat saja dari DISDUKCAPIL yang mengatakan bahwa bersangkutan telah membuat e-KTp, namun belum mendapatkannya , malah pada beberapa kasus surat keterangan tersebut baru ditandatangani 2 hari sebelum pemilihan,padahal dalam aturan KPU sangat jelas KTP yang dapat digunakan sudah berumur 6 bulan pada saat pemilihan berlangsung dan hal tersebut terlewat dari saksi-saksiyang hanya manggut manggut saja.

5. DAFTAR PEMILIH TETAP.

nah inilah borok lama yang tak pernah selesai, yaitu DPT, Coba perhatikan Formulir A4.KWK.KPU tentang daftar pemilih tetap daerah tertentu,isinya kuaaacau buaaalau, mau tau kacaunya dimana :
a. Alamat
Dari 600 pemilih pada TPS tertentu, menurut sang RT ,ada hampir dua ratus pemilih terdaftar ,alamat yang terdaftar tidak ada, artinya nama jalannya boong, nama gangnya ngarang, RT / RWnya ngaco. artinya ada pemilih dan tidak ada alamatnya, Yang jelas hanya nama kelurahan sama kodepos nya saja, namun ada pula yang sebenarnya masukkedalam wilayah lain tapi terdaftar di DPT kelurahan lain.

b. Jenis kelamin
Banyak sekali pemilih yang namanya [eks] ” Bambang” atau “Yanto” tapi jenis kelaminnya Perempuan [alay kaleee] , atau namanya “Ria” atau ” Susi” namun jenis kelaminnya perempuan.
hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap rekap laporan yang akan dibuat oleh KPPS kepada PPS dan PPK tentang jumlah pemilih perempuan dan laki-laki.

fiuhhhhh ……………..

Saran :
1. Buat KPU KOTA/PPK , Cobalah adakan BIMTEK dengan serius , jangan asal-asalan karena yang saya pantau BIMTEK dilaksanakan hanya sekedar melaksanakan “Fardlu ain” saja,Banyak anggota KPPS tidak mengerti aturan tata cara pemilihan dan Cara Mencoblos yang baik.

2. Buat Kandidat / Calon KADA , cobalah untuk meminta agar saksi-saksinya di ikutsertakan dalam BIMTEK yang dilaksanakan oleh KPU dan PPK agar mereka tidak asal manggut manggut saja pada saat melihat surat suara TIDAK SAH yang dikatakan SAH oleh KETUA KPPS.

3. PANWASLU agar lebih serius memonitoring Anggotanya, karena pada saat pemilihan, Anggota Panwas dan Pemantau pemilu hanya datang pagi hari dan sore pada saat acara selesai saja.

4. Yang paling penting bagi DISDUKCAPIL dan KPU cobalah untuk lebih memperhatikan dan mengolah DATA DPT dengan lebih baik.

Selama SIN tidak diimplementasikan di indonesia, sampai kiamatpun kisruh DPT akan tetap seperti ini….

terimakasih. mau lanjut tidur lage…………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: