Laman Firma Keamanan Jaringan Dijebol Peretas Pro-Wikileaks

Jakarta – Sebuah jaringan peretas Pro-WikiLeaks berhasil membobol sistem perusahaan keamanan jaringan komputer, HBGary, yang menjadi mitra agen-agen federal dalam mengungkapkan identitas para perentas pendukung WikiLeaks. Kelompok peretas ini merupakan pelaku yang berada dibelakang serangan online terhadap sejumlah perusahaan yang menolak memberikan layanan kepada WikiLeaks.

Para peretas yang beroperasi dengan nama Anonymous mencatat reputasi mengesankan dengan mebobol halaman HBGary federal dan mencuri puluhan ribu pesan email dan secara temporer menaklukan lalu lintas ke halaman itu lewat pesan-pesan vulgar.

Sebuah salinan dari salah satu pesan online yang dikutip AFP mengatakan “Apakah anda sudah mencoba mengigit tangan anonymous? Anda membuat marah lebah dan sekarang anda tersengat.”

Segala upaya dilakukan untuk mengunjungi halaman HBGary pada tanggal 14-15 Februari namun selalu berakhir pada posting kalimat yang keluar secara otomatis dengan kalimat “Laman ini sedang dalam perbaikan”.

Salah satu akun HBGary yang berhasil dijarah yakni akun twitternya juga dilaporkan dibobol seseorang yang men-tweet informasi pribadi mengenai dirinya dan memposting pesan-pesan kasar.

“Pesan-pesan yang berhasil dicuri para hacker tersebut kemudian disebarkan disebuah halaman berbagai file terpopuler”, kata Chester Wisniewski dari salah satu firma keamanan jaringan komputer Sophos dalam sebuah pesan onlinenya mengenai aksi perentasan tersebut.

Peretasan terhadap HBGary lebih canggih daripada serangan DDoS (Distibuted Denial of Service) yang berlangsung tahun lalu terhadap situs Amazon, Visa dan, Mastercard yang dilakukan sebagai pembalasan atas keputusan mereka menghentikan kerjasamanya dengan WikiLeaks.

Wisniewski mengatakan “Tidak seperti serangan DDoS dimana Anonymous menjadi berita utama beberapa bulan lalu, insiden terakhir ini melibatkan kemampuan peretasan yang sesungguhnya.”

Serangan DDoS biasanya dilakukan dengan sejumlah besar komputer yang dibajak terlebih dahulu untuk diperintahkan mengakses sebuah situs/layanan secara serentak, sehingga server dibanjiri pesan yang berakibat melambatkan atau bahkan mematikan sama sekali situs/layanan tersebut.

Menurut Wisniewski, HBGary sudah bekerja untuk membantu mengungkapkan pihak dibalik serangan DDoS dan akan menjual informasi mengenai anggota-anggota Anonymous kepada FBI.

Bulan lalu, polisi Inggris menanggkap lima orang, sementara Biro Investigasi Federal (FBI) melancarkan razia diseluruh Amerika Serikat sebagai bagian dari penyelidikan terhadap serangan cyber oleh Anonymous.(mls/mar)

Sumber : http://www.antara.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: