Indonesia Habiskan Rp 450 Miliar untuk Solusi ERP

Achmad Rouzni Noor II – detikinet


Achmad Sunuadji Sofwan (rou/inet)

Jakarta – Seluruh perusahaan yang ada di Indonesia, jika ditotal dalam setahun bisa menghabiskan anggaran hingga Rp 450 miliar(US$ 50 juta) untuk mengadopsi sistem komputasi enterprise resource planning (ERP).

Data ini diungkap Chief Operation Officer PT Fujitsu Indonesia, Achmad Sunuadji Sofwan, usai memperkenalkan PRO-NES, solusi ERP khusus untuk sektor manufaktur, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (27/7/2010).

“Berdasarkan data terbaru dari lembaga riset IDC (International Data Corporation) market size dari adopsi solusi ERP di Indonesia mencapai US$ 40 juta hingga US$ 50 juta per tahunnya,” ucap dia.

Solusi ERP yang digunakan untuk membantu bisnis proses perusahaan, kata dia, mayoritas digunakan oleh sektor industri manufaktur, perbankan, finansial, telekomunikasi, transportasi, pertambangan, serta minyak dan gas.

Fujitsu sendiri saat ini tengah fokus untuk menggarap sektor industri manufaktur dengan solusi ERP terbarunya. “Dalam setahun kami menargetkan solusi PRO-NES ini diadopsi oleh 500 ribu perusahaan kelas SMB (small medium business),” ungkap Achmad.

Vendor asal Jepang ini berani pasang target tinggi, karena menurut Achmad, solusi ERP yang ditawarkan perusahaannya dirancang spesifik untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur. Tidak bersaing head to head dengan raksasa penyedia solusi ERP lainnya seperti Oracle, SAP, dan Microsoft.

“Solusi ERP yang mereka tawarkan lebih general. Sedangkan kami lebih spesifik dan niche market,” jelas Andi Hadinoto, ERP Solution Manager PT Fujitsu Indonesia.

Menurut dia, solusi ERP yang ditawarkan kepada pelanggan harus sesuai dengan kebutuhan bisnis. Sebab, jika tidak, maka investasi yang dikeluarkan akan percuma dan tidak kembali (return of investment/ROI).

“Manfaat dari investasi TI biasanya diukur dari tingkat utilisasi setelah sistem itu diimplementasikan. Tidak peduli betapa hebatnya sebuah sistem, jika orang tidak benar-benar menggunakannya di lapangan, perusahaan tidak akan mencapai ROI atas biaya yang sudah dikeluarkan,” jelasnya.

Sementara menurut Achmad, Fujitsu yang baru berkiprah sejak 1995 lalu telah berhasil memikat lebih dari 300 perusahaan, di antaranya Telkom, Indosat, Toyota, Garuda Indonesia, dan Pertamina. “Kami coba membawa keberhasilan ERP dari Jepang untuk diterapkan di Indonesia,” tandasnya.
( rou / ash )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: