Heboh Video Porno Mirip Artis Forensik Digital Bantu Lacak Penyebar Video

Rabu, 09/06/2010 07:48 WIB
Lia Harahap – detikinet


Luna Maya dan Ariel (dok.unilever)

Jakarta – Video porno mirip artis yang tersebar di masyarakat sedang dilacak penyebarnya oleh Mabes Polri. Ada kemungkinan jati diri si penyebar video dapat terungkap walaupun membutuhkan waktu tak sebentar.

“Penyebar mungkin terungkap, tapi butuh waktu yang lama,” ucap pakar digital forensik Ruby Alamsyah, kepada detikINET, Rabu (9/6/2010).

Ruby sendiri mengaku pernah berhasil menemukan para uploader yang suka menduplikasikan barang yang bukan miliknya untuk tindakan tertentu di dunia maya. Tapi prosesnya rumit dan tergantung kasusnya. Nama alat untuk mengungkap penyebar itu disebutnya regulator.

“Kalau saya pribadi untuk kasus yang berbeda pernah mengungkap para uploader seperti itu. Tapi kasusnya mungkin tidak seperti pengungkapan kasus mirip artis ini. Kasusnya lebih ke penduplikasian properti atau produk, dan waktu yang dibutuhkan bisa dua sampai empat minggu untuk menemukan pelaku yang melakukan uploader itu,” jelas dia.

Ia yakin tim yang dibentuk oleh Kepolisian tersebut pastinya sudah mempunyai alat dan sumber daya manusia yang handal untuk segera menemukan sang pelaku penyebar video.

Kepolisian juga pasti mempunyai berbagai cara untuk mencari celah yang akan membawa pada jalan pengungkapan jati diri si penyebar video. Yang jelas bagi Ruby untuk mengungkap kasus seperti ini mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya akan mempermudah pengungkapannya.

“Pengumpulan informasi awal itu penting untuk analisis, dari situ bisa juga menentukan berapa lama waktunya. Kita tunggu saja tim dari Kepolisian yang bekerja, setiap tim ada hitungannya masing-masing, yang jelas tingkat kesulitannya lebih tinggi karena video seperti ini bukan pertama kali, dan sudah menyebar berkali-kali,” kata dia.

Bagi Ruby, setiap tindakan itu pastinya ada pelaku. Termasuk pula untuk setiap kejahatan yang terjadi di dunia maya pastilah ada pelaku kejahatan yang memang sengaja melakukannya.

Saat ditanya siapakah yang sebenarnya pantas di kenakan proses hukum, apakah si pemeran atau si penyebar, ia mengatakan mungkin yang akan dikenakan sebaiknya si penyebar.

“Kalau kita lihat UU ITE Pasal 27 ayat 1, yang berisi tentang kesusilaan elektronik, saya rasa itu akan lebih mengarah ke si penyebarnya,” jelas dia.
( nwk / rou )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: