Dukungan buat Prita Mulyasari

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebagai seorang praktisi IT yang notabene adalah pihak yang rawan dikenakan pasal-pasal yang ada didalam undang-undang ITE, terlepas dari sudut pandang hukum , karena kalau dipandang dari sudut pandang hukum sudah sangat kacau balau, saya sendiri bingung untuk penyidikan awal sebetulnya dilakukan oleh Polisi, atau Kejaksaan ? kok semua pihak berebutan manggil ya….

Dari sudut pandang tehnologi informasi ada beberapa hal yang menarik dari kasus penahanan Prita.
Melalui pasal 310 dan 311 dia tidak bisa ditahan, tetapi melalui pasal 27 ayat 3 UU ITE dia bisa ditahan, pertanyaannya adalah :
1. Secepat itukah pihak penuntut mendapatkan bukti digital melalui apa yang kita sebut  Komputer forensik ? karena tanpa ilmu komputer forensik mustahil penuntut mendapatkan  bukti digital yang benar-benar bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.
2. Saudari Prita mengatakan Bahwa beliau mengirimkan email kepada temannya tentang  p erlakuan pihak Omni Hospital terhadap dirinya, kemudian temannya menyebarkan email  tsb untuk mencari dukungan, apakah bisa saudari prita ini dikenakan pasal 27  ? karena yang  melakukan pencemaran nama baik kan bukan dia. Disamping itu apakah menceritakan nasib  buruk yang dideritanya dari pihak tertentu  adalah merupakan pencemaran nama baik ? , atau melakukan curhat pribadi di blog pribadi apakah merupakan pencemaran nama baik ?
3. Apa yang bisa menjadi pegangan dari pihak penuntut dalam pembuktian kalau email tersebut  benar berasal dari saudara prita , bukan hasil modification seseorang ? . Karena hanya  berdasarkan pernyataan seseorang prita bahwa dia telah berkirim email tanpa ada pembuktian digital bahwa email tersebut betul ditulis oleh saudari prita sendiri adalah hal  yang sangat lemah.
4. Perlu diketahui bahwa Email dalam protokol internet adalah sama dengan SMS dalam protokol GSM , kedua-duanya menurut saya tidak kuat untuk dijadikan bukti digital dalam  kasus pencemaran nama baik.
5. Tanpa bukti digital yang bisa dipertanggungjawabkan pihak penuntut sudah berani  melakukan penahanan , nah ada apa dengan sistem dinegara kita ini  ? Rekan rekan praktisi sudah harus sangat  berhati-hati dalam melakukan langkah-langkah di Internet. karena banyak kegiatan rekan-rekan yang dibatasi  melalui undang-undang ini, ada baiknya rekan-rekan ikut mempelajari UU ITE ini.

Pihak berwenang masih terkesan grasak grusuk menerapkan UU ITE ini.

Menurut seorang professor IT Undang-undang secara filosofi adalah Ibarat REM pada sebuah Kendaraan, Fungsi REM pada kendaraan bukan untuk membuat kendaraan berhenti  karena kendaraan bukan dibuat untuk diplototin saja, tetapi fungsi REM adalah untuk membuat sopirnya bisa ngebut.

Jadi kalau UU ITE dibuat untuk membuat orang takut  pada internet berarti penerapannya tidak sesuai dengan filosofi sebuah Undang-Undang dan Salah besar.

” Kami dari keluarga besar Adysha Consultant di Bandung jawa barat memberikan simpati dan dukungan yang sangat besar kepada mbak Prita semoga selalu dilindungi Iman dan Akhlaq dari Allah SWT, karena hanya dengan Iman dan Akhlaq saja kita bisa melewati ini semua … Amin “

One Response

  1. kasus kecil diangkat terus,
    kasus besar didiamkan.

    Jika keburukan terjadi terhadap kita, pantas untuk kita sebar luaskan agar tidak ada yg terjerat dalam situasi itu lagi.

    jika memang yg di emailkan prita tsb tidak benar, barulah prita layak di tahan.

    nah, kalau prita ditahan karena dia mengungkapkan sesuatu yg benar tetapi dia ditahan, berarti ada “apa2nya”
    right??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: